TALAGA (KEMENAG) — Guna meningkatkan mutu proses belajar mengajar, mengoptimalkan tata kelola administrasi pembelajaran, serta mendorong penerapan inovasi metode mengajar interaktif di kelas, MAN 1 Majalengka melaksanakan agenda evaluasi akademik harian. Kegiatan Supervisi Kelas Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas XII-5 MAN 1 Majalengka, Senin 21/10/2026).
Rangkaian kegiatan supervisi akademik ini dipimpin langsung oleh Wawan Abdul Gani, S.Pd.I., M.Ag., bertindak selaku Supervisor Resmi MAN 1 Majalengka. Dalam pelaksanaan KBM di Kelas XII-5, Guru Mata Pelajaran PKN, Neneng Lilis Analisa, S.Pd., menyampaikan materi pembelajaran mengenai Sikap Solutif Terhadap Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban. Proses pembelajaran dikemas menarik melalui pendekatan Game-Based Learning yang mengombinasikan metode Relay Game (permainan berantai) dan analisis studi kasus. Para peserta didik diajak secara aktif membedah berbagai kasus pelanggaran hukum dan kewajiban warga negara, merumuskan gagasan penyelesaian masalah, serta menyampaikan hasilnya secara komunikatif di depan kelas di bawah pengamatan mendetail dari supervisor.

Penyelenggaraan supervisi akademik ini dirancang sebagai instrumen penjaminan mutu internal madrasah dalam rangka pembentukan karakter (character building) peserta didik. Melalui penerapan kombinasi metode permainan edukatif dan studi kasus, para siswa dibina agar memiliki pola pikir kritis, ketajaman analisis, keberanian mengambil keputusan, serta kepribadian berkarakter yang siap menghadapi dinamika permasalahan di masyarakat.
Guru Mata Pelajaran PKN MAN 1 Majalengka, Neneng Lilis Analisa, S.Pd., menyampaikan bahwa penggunaan metode Game-Based Learning efektif membangkitkan antusiasme belajar siswa.
“Pembelajaran PKN mengenai penanganan pelanggaran hak dan kewajiban ini sengaja kami kemas dengan model Game-Based Learning dan analisis studi kasus agar para siswa dapat terlibat aktif dan berpikir kritis dalam mencari solusi nyata atas sebuah permasalahan,” ujar Neneng.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa fokus utama pembelajaran ini adalah membina mentalitas pantang menyerah bagi peserta didik.
“Melalui simulasi dan analisis kasus ini, kami ingin mengembangkan karakter anak agar memiliki sikap solutif dalam menghadapi setiap permasalahan di mana pun mereka berada, serta melatih mereka untuk tidak pernah menghindari masalah melainkan mengatasinya dengan bijak,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, supervisor bersama pendidik bersangkutan menggelar sesi refleksi pasca-supervisi (post-observation conference) guna menyusun rekomendasi pengembangan metode pembelajaran berbasis permainan edukatif pada materi PKN selanjutnya.
Melalui keberlanjutan supervisi akademik dan inovasi pembelajaran karakter ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu profesionalisme pendidik dan kualitas lulusan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontrbutor : Wawan Abdul Gani


Komentar