Talaga (KEMENAG) — Peserta didik Kelas X-11 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengikuti kegiatan pembelajaran Seni Budaya yang kreatif dan interaktif pada Kamis (15/10/2026). Bertempat di ruang Kelas X-11, sebanyak 33 siswa antusias menyimak materi bertajuk “Bahan dan Teknik Berkarya” guna memperdalam pemahaman mengenai instrumen serta olah teknik dalam menghasilkan karya seni.
Kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif, tertib, dan penuh semangat. Dalam prosesnya, pengampu mata pelajaran Seni Budaya, Risa Uswatun Hasanah, S.Pd., memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi untuk menyampaikan konsep-konsep inti secara visual dan dinamis.
Para siswa diajak memahami secara mendalam bahwa setiap karya seni memiliki karakteristik unik yang sangat dipengaruhi oleh bahan dan teknik yang digunakan. Bahan berkarya dapat bersumber dari bahan alam, bahan buatan, hingga bahan daur ulang. Sementara itu, ragam teknik berkarya disesuaikan dengan jenis karya yang akan dibuat, meliputi teknik menggambar, melukis, mencetak, merangkai, melipat, hingga membentuk.
Dalam pemaparannya, Risa Uswatun Hasanah, S.Pd., menyampaikan pentingnya eksplorasi mandiri bagi para siswa. “Pembelajaran tentang bahan dan teknik berkarya ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Kami ingin mendorong peserta didik agar lebih aktif mengeksplorasi ide-ide kreatif serta memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar secara bijak,” ujar Risa.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu siswa Kelas X-11, Siti Sinlia, yang merasa pembelajaran kali ini sangat menarik dan memberikan wawasan baru. “Pembelajarannya sangat seru karena menggunakan media interaktif. Kami jadi lebih paham kalau bahan-bahan di sekitar kita, bahkan bahan daur ulang, bisa diolah menjadi karya seni yang bagus kalau kita tahu teknik yang tepat,” ungkap Siti Sinlia.
Melalui kegiatan pembelajaran interaktif ini, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai konsep teoritis, melainkan juga mampu mengembangkan kreativitas, imajinasi, ketelitian, serta keterampilan praktis dalam berkarya. Pembelajaran inovatif seperti ini direncanakan terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis praktik.
Diharapkan, peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah ini dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan pendidikan agama dan keagamaan, sekaligus mendukung komitmen MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar