Talaga (KEMENAG) — Siswa Kelas XII-11 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengikuti tes pemahaman materi akhlak terpuji menggunakan media kertas origami di ruang kelas XII-11, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mengasah pemahaman peserta didik terkait nilai-nilai tasamuh, musawah, tawasuth, dan ukhuwwah melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Sebanyak 31 siswa antusias mengikuti jalannya evaluasi pembelajaran di bawah bimbingan guru mata pelajaran Akidah Akhlak, Risa Uswatun Hasanah, S.Pd. Dengan memanfaatkan potongan kertas origami berwarna-warni yang berisi potongan informasi, para siswa ditantang untuk mencocokkan istilah dengan penjelasan yang tepat secara presisi.
Setiap potongan kertas origami memuat informasi yang berbeda, mulai dari pengertian secara etimologis, pengertian secara terminologis, dalil Al-Qur’an atau hadis pendukung, hingga cara membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode mencocokkan ini, peserta didik tidak sekadar menghafal teori, tetapi juga dilatih ketelitian, daya ingat, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan dalam menghubungkan konsep dengan penerapannya.
Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak MAN 1 Majalengka, Risa Uswatun Hasanah, S.Pd., menyampaikan bahwa penggunaan media sederhana ini merupakan inovasi evaluasi pembelajaran agar siswa tetap fokus dan terlibat aktif.
“Melalui media kertas origami berwarna-warni ini, kita ingin menghadirkan suasana belajar yang variatif dan tidak membosankan. Siswa diajak untuk benar-benar memahami makna, landasan ajaran Islam, dan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai akhlak terpuji tersebut dalam kehidupan nyata,” ujar Risa.
Penggunaan metode kreatif ini menjadi salah satu bentuk komitmen MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik. Sebagai tindak lanjut, metode evaluasi berbasis media interaktif akan terus dikembangkan pada topik-topik pembelajaran berikutnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman yang diperoleh peserta didik tidak berhenti pada kemampuan menjawab soal semata, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata. Sikap tasamuh, musawah, tawasuth, dan ukhuwwah diharapkan tumbuh menjadi pembiasaan hidup sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat luas, demi mendukung terwujudnya layanan pendidikan MAN 1 Majalengka yang berkualitas dan berkarakter.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar