Majalengka (KEMENAG) — Guna meningkatkan pemanfaatan teknologi digital, mengasah keterampilan komunikasi radio amatir, serta memperkuat kesiapsiagaan Pramuka dalam penanggulangan bencana, MAN 1 Majalengka mengikutsertakan anggotanya pada agenda kepramukaan tingkat daerah. Kegiatan Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) tersebut diikuti oleh 13 anggota Pramuka MAN 1 Majalengka di Kwarcab Majalengka, Jumat hingga Senin (16–19/10/2026).
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (16/10/2026) dengan penyampaian materi utama oleh pihak Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) mengenai pentingnya penguasaan teknologi komunikasi radio dan pemanfaatan media digital secara positif di era modern. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Majalengka. Agenda dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu (17–18/10/2026) dengan sesi praktik JOTA dan JOTI, di mana para peserta menyimulasikan penggunaan perangkat radio amatir untuk alur komunikasi darurat penanggulangan bencana. Rangkaian kegiatan kepramukaan berbasis teknologi tersebut kemudian ditutup secara tertib pada Senin (19/10/2026).
Penyelenggaraan kegiatan JOTA-JOTI ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter (character building) dan peningkatan wawasan global kepramukaan. Melalui penguasaan radio amatir dan jaringan internet terstruktur, para anggota Pramuka madrasah dibina agar memiliki kedisiplinan tinggi, wawasan komunikasi digital yang bijak, serta kesiapsiagaan sebagai relawan tanggap bencana di tengah masyarakat.
Anggota Pramuka MAN 1 Majalengka, Eka Wulansari, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam agenda ini memberikan pengalaman berharga mengenai peran vital teknologi radio saat kondisi darurat.
“Kegiatan JOTA-JOTI ini memberikan wawasan baru bagi kami, terutama saat mempraktikkan langsung penggunaan radio amatir dengan bimbingan dari ORARI. Kami belajar bagaimana teknologi komunikasi radio menjadi sangat krusial dalam simulasi penanggulangan bencana,” ujar Eka.
Lebih lanjut, ia berharap pembekalan keterampilan ini dapat membentuk anggota Pramuka madrasah yang adaptif dan siap berbakti.
“Melalui keikutsertaan ini, Pramuka MAN 1 Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi generasi muda yang tanggap teknologi, siaga bencana, berwawasan luas, serta berkarakter. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk membimbing rekan-rekan lain di madrasah,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pembina Pramuka MAN 1 Majalengka akan merancang sesi pengimbasan materi komunikasi radio darurat dan literasi digital bagi seluruh anggota ambalan di madrasah.
Melalui keberlanjutan pembinaan kepramukaan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan bencana ini, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar