Talaga (KEMENAG) — Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan menjaga mutu kedisiplinan peserta didik, MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan pendampingan dan pembinaan sinergis antara pihak sekolah dan orang tua siswa pada Senin (2/11/2026). Bertempat di Ruang PTSP MAN 1 Majalengka, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Wali Kelas, tim Bimbingan Konseling (BK), peserta didik, serta orang tua/wali murid.
Kegiatan pembinaan ini difasilitasi langsung oleh Wali Kelas XI-5, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., sebagai tindak lanjut atas surat pemanggilan resmi yang telah disampaikan pada Jumat (30/10/2026). Langkah ini diambil setelah mendeteksi adanya penurunan motivasi belajar serta catatan ketidakhadiran peserta didik tanpa keterangan sebanyak tiga kali, yang merujuk pada tata tertib kesiswaan yang ditetapkan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan ruang dialog evaluatif untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang dihadapi peserta didik sekaligus merumuskan formulasi pembinaan yang tepat melalui pendekatan persuasif dan edukatif.
Wali Kelas XI-5, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menegaskan bahwa langkah diplomasi edukatif ini bukan sekadar bentuk penegakan aturan, melainkan wujud kepedulian mendalam sekolah terhadap masa depan peserta didik.
“Sebagai wali kelas, saya memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan pelayanan pendidikan yang optimal kepada seluruh peserta didik. Ketika terdapat peserta didik yang mengalami penurunan motivasi belajar maupun permasalahan kedisiplinan, diperlukan pendekatan yang tepat melalui komunikasi dan kerja sama dengan orang tua. Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pendampingan agar mampu memperbaiki diri dan kembali memiliki semangat dalam mengikuti proses pembelajaran,” ujar Muhammad Rivki Pratama.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh pihak orang tua siswa atas respons cepat dan pola pembinaan humanis yang diterapkan oleh MAN 1 Majalengka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada wali kelas dan pihak sekolah atas perhatian serta kepeduliannya terhadap perkembangan anak kami. Kami berharap anak kami dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini, meningkatkan kedisiplinan, lebih bertanggung jawab terhadap kewajibannya, dan kembali memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar,” tutur orang tua siswa.
Melalui koordinasi terbuka ini, peserta didik yang bersangkutan menyatakan komitmen penuh untuk melakukan perubahan positif, meningkatkan motivasi belajar, memperketat kedisiplinan diri, serta berjanji tidak mengulangi pelanggaran tata tertib sekolah.
Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pemantauan berkala (monitoring) secara berkelanjutan antara wali kelas, Guru BK, dan orang tua guna memastikan grafik perkembangan kedisiplinan dan capaian belajar siswa tetap terjaga.
Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penanaman tanggung jawab, dan pengembangan potensi diri. Diharapkan sinergi positif ini dapat terus memperkuat komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan pendidikan madrasah yang unggul, berkarakter, serta berdampak nyata bagi pembentukan generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar