Talaga (KEMENAG) — Guna memberikan pelayanan kesehatan berkala, menjamin keselamatan fisik peserta didik selama rangkaian kegiatan madrasah, serta menumbuhkan jiwa kepedulian sosial sejak dini, MAN 1 Majalengka secara konsisten mengagendakan aksi kemanusiaan kesiswaan. Kegiatan PMR Action Day: Semangat Kemanusiaan di Hari Senin tersebut dilaksanakan oleh tim piket Palang Merah Remaja (PMR) di Lapangan Upacara dan Ruang UKS MAN 1 Majalengka, Senin (19/10/2026).
Rangkaian kegiatan pelayanan diawali sejak pelaksanaan upacara bendera hari Senin di lapangan utama hingga berlanjut pada jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas. Mengingat hari Senin merupakan awal dari seluruh rangkaian aktivitas akademik yang padat, para anggota PMR yang siaga disebar di pelataran lapangan dan area UKS untuk melakukan pemantauan kondisi fisik siswa. Petugas piket PMR dengan tanggap, ramah, dan profesional memberikan pertolongan pertama kepada peserta didik yang mengalami kelelahan, mengukur tekanan darah dan suhu tubuh, menyalurkan penanganan medis ringan, serta mendampingi siswa yang membutuhkan waktu beristirahat di Ruang UKS.
Penyelenggaraan PMR Action Day ini dirancang sebagai wadah penjaminan keselamatan kesiswaan dan pembentukan karakter (character building) berlandaskan prinsip kemanusiaan. Melalui pelayanan pertolongan pertama yang terstruktur, para siswa dibina agar memiliki respons siaga darurat, kecakapan kepemimpinan, keterampilan koordinasi tim, serta tingkat empati yang tinggi terhadap sesama.
Pembina Ekstrakurikuler PMR MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan anggota PMR sangat penting untuk mengawali pekan persekolahan.
“Hari Senin adalah awal dari seluruh rangkaian aktivitas belajar mengajar yang padat di madrasah, sehingga keberadaan anggota PMR yang siaga menjadi sangat krusial. Melalui PMR Action Day, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan pertolongan pertama yang tanggap, ramah, dan profesional bagi seluruh warga sekolah,” ujar Amelia.
Lebih lanjut, beliau berharap agar pengalaman penanganan langsung ini dapat membentuk mentalitas positif para anggota PMR.
“Melalui tugas pelayanan ini, kami berharap para anggota PMR dapat membentuk karakter yang tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki tingkat empati yang tinggi. Pengalaman langsung dalam menangani teman sebaya dan mengelola situasi darurat ringan akan menjadi sarana belajar yang sangat berharga untuk mengasah keterampilan kepemimpinan mereka,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pembina PMR MAN 1 Majalengka akan mengagendakan evaluasi kelengkapan logistik obat-obatan UKS serta simulasi penanganan darurat berkala guna meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam setiap agenda besar madrasah.
Melalui keberlanjutan aksi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan ramah anak, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar