Berita Daerah MAN

Siswa XII.6 MAN 1 Majalengka Eksplorasi Dampak Teknologi AI dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Talaga (KEMENAG) — Sebanyak 36 siswa kelas XII.6 MAN 1 Majalengka mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berfokus pada eksplorasi dampak teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di ruang kelas XII.6 MAN 1 Majalengka, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam merespons perkembangan teknologi modern.

Dalam proses pembelajaran materi Bab 3 tersebut, para siswa diajak menganalisis berbagai teks argumentasi dan artikel yang berkaitan dengan peran AI di dunia pendidikan maupun industri kreatif. Pembelajaran berlangsung interaktif melalui diskusi kelompok dengan dipandu oleh narasumber sebaya, Ridha Rayseila Khoirunnisa, siswa kelas XII.6. Setiap siswa secara aktif menyampaikan pandangan mengenai manfaat sekaligus tantangan dari maraknya penggunaan AI dalam menyelesaikan tugas-tugas persekolahan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, AI telah menjadi bagian dari dinamika belajar pelajar modern. Kehadiran berbagai platform berbasis AI memberikan kemudahan dalam mencari referensi, memproses data, dan mempercepat pekerjaan. Namun, pemanfaatan teknologi secara berlebihan tanpa sikap kritis berpotensi mengurangi kemandirian berpikir serta daya analisis peserta didik.

Melalui materi pembelajaran ini, siswa diajarkan untuk memosisikan AI sebagai sarana penunjang, bukan pengganti proses berpikir mandiri. Diskusi di kelas membantu siswa memahami pentingnya etika digital, kejujuran akademik, serta ketelitian dalam memverifikasi kebenaran informasi yang dihasilkan oleh teknologi.

Pembelajaran Bahasa Indonesia ini juga menjadi wadah efektif untuk memperkuat wawasan siswa terhadap isu-isu global terkini. Pelajaran bahasa tidak hanya berfokus pada tata bahasa dan sastra, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mengasah gagasan, menyampaikan pendapat secara terstruktur, dan merumuskan pandangan kritis terkait arah perkembangan zaman. Langkah aktif siswa kelas XII.6 ini menjadi contoh nyata penerapan literasi digital di lingkungan madrasah agar siswa tidak sekadar menjadi pengguna pasif, melainkan pembelajar yang bijak, responsif, dan adaptif.

Perkuat Kinerja dan Profesionalisme, MTsN 7 Majalengka Gelar Briefing Bahas AI hingga Persiapan ASAS 2026

Narasumber kegiatan, Ridha Rayseila Khoirunnisa, menyampaikan bahwa pemahaman etika digital sangat penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak.

“Melalui diskusi ini, kami belajar bahwa AI adalah alat bantu yang sangat berguna, tetapi kejujuran akademik dan kemampuan berpikir mandiri tetap menjadi hal utama yang harus kami jaga sebagai pelajar,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pembelajaran interaktif berbasis isu transformatif dan literasi digital seperti ini akan terus dikembangkan secara konsisten dalam proses KBM di MAN 1 Majalengka. Diharapkan pemahaman yang tepat mengenai teknologi dapat memberikan bekal kuat bagi para siswa dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Semoga pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan edukatif ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan serta kualitas layanan Kementerian Agama dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Rakor PAI Kemenag Majalengka: Bahas Digitalisasi Data Guru, Hak PPG, dan Legalitas Pokjawas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *