Banjaran (KEMENAG) — Guna mengintegrasikan pemahaman literasi sastra dengan keterampilan praktis serta menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini, MAN 1 Majalengka terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Kegiatan pembuatan produk kuliner Pizza Mini dalam rangka pemenuhan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia materi fiksi bertema kewirausahaan tersebut dilaksanakan oleh siswi Kelas XII.6 di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Minggu (11/10/2026).
Rangkaian kegiatan produksi mandiri ini berlangsung di kediaman salah satu siswi, Ridha Rayseila Khoirunnisa, dengan melibatkan empat siswi Kelas XII.6 yang tergabung dalam satu kelompok, yakni Ane Nurajizah, Elsya Seftia Sholeha, Ridha Rayseila Khoirunnisa, dan Wianti Meisa. Proses pengerjaan diawali dengan peracikan adonan roti, dilanjutkan dengan pengolahan saus racikan, penataan aneka varian topping, hingga tahap pemanggangan. Usai matang, produk pizza mini dikemas secara rapi dan hiegenis menggunakan wadah kemasan plastik transparan yang praktis dan berdaya jual. Praktik pengolahan ini menjadi wujud nyata pengaplikasian naskah fiksi wirausaha yang telah disajikan dalam skenario pembelajaran kelas.
Penyelenggaraan praktik pembuatan produk kuliner ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual untuk menjembatani teori akademik dengan realitas dunia usaha. Melalui simulasi proses produksi hingga pengemasan (packaging), para peserta didik dibina agar memiliki kecakapan manajerial, kekompakan tim, pemahaman alur produksi, serta kejelian membaca peluang bisnis di sektor kuliner.
Siswi Kelas XII.6 MAN 1 Majalengka, Ridha Rayseila Khoirunnisa, menyampaikan bahwa praktik olahan makanan ini memberikan pengalaman belajar langsung yang berkesan.
“Kegiatan pembuatan pizza mini di Desa Sangiang ini kami laksanakan untuk mempraktikkan materi fiksi bertema kewirausahaan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui proses ini, kami belajar secara langsung mulai dari pengolahan adonan, penataan topping, hingga pengemasan produk,” ujar Ridha.
Lebih lanjut, ia berharap pengalaman praktis ini dapat menumbuhkan keberanian dan kreativitas dalam berwirausaha bagi para siswa.
“Tugas berbasis proyek ini sangat bermanfaat untuk mengasah kreativitas dan kekompakan kelompok kami. Semoga pengalaman langsung ini dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan, keberanian mengembangkan ide bisnis, serta pemahaman pentingnya kerja sama tim dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka akan menggelar sesi presentasi naskah narasi fiksi, pameran produk (gallery walk), serta uji kelayakan usaha pada jam pembelajaran mendatang.
Melalui keberlanjutan pembelajaran berbasis praktik kewirausahaan ini, diharapkan dapat melahirkan generasi muda madrasah yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar