Berita Daerah MAN

Asah Jiwa Kewirausahaan, Siswi XII.6 MAN 1 Majalengka Siapkan Bahan Praktik Fiksi

Talaga (KEMENAG) — Guna mengintegrasikan literasi bahasa dengan keterampilan praktis serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini, MAN 1 Majalengka terus mendesain pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Kegiatan perbelanjaan bahan baku produk kuliner untuk pemenuhan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia materi fiksi bertema kewirausahaan tersebut dilaksanakan oleh siswi Kelas XII.6 di Toko Talaga Frozen Food, Sabtu (10/10/2026).

Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari saat empat siswi perwakilan Kelas XII.6—yakni Ane Nurajizah, Elsya Septia Soleha, Ridha Rayseila Khoirunnisa, dan Wianti Meisa—melakukan inventarisasi rancangan resep serta survei kebutuhan produksi. Para peserta didik kemudian berbelanja secara mandiri membeli ragam bahan utama dan pelengkap, meliputi ragi pengembang, tepung terigu, minyak, telur, garam, gula, mentega, keju, saus tomat, saus pedas, sosis, hingga susu bubuk. Pembelian komoditas bahan makanan ini disiapkan secara terukur sebagai tahap awal simulasi pembuatan produk kuliner fiktif namun berorientasi pasar yang telah disusun dalam skenario tugas.

Penyelenggaraan riset dan belanja bahan baku ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan analisis teks fiksi bergenre wirausaha dengan praktik tata kelola bisnis riil. Melalui proses perencanaan belanja hingga pemilihan bahan berkualitas, para peserta didik dibina agar memiliki kecakapan manajerial, pemahaman rantai pasok sederhana, kerja sama tim, serta kejelian melihat peluang usaha kuliner di masyarakat.

Siswi Kelas XII.6 MAN 1 Majalengka, Ridha Rayseila Khoirunnisa, menyampaikan bahwa proses pembelanjaan bahan baku ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami alur produksi dari hulu ke hilir.

“Kegiatan belanja bahan baku di Talaga Frozen Food ini kami lakukan untuk melengkapi kebutuhan praktik membuat produk makanan sesuai skenario tugas Bahasa Indonesia bertema kewirausahaan. Melalui praktik ini, kami belajar secara langsung bagaimana merencanakan anggaran dan memilih bahan baku yang tepat,” ujar Ridha.

Inovasi Demokrasi Digital, MTsN 3 Majalengka Gelar Pilketos Berbasis E-Voting

Lebih lanjut, ia berharap agar simulasi tugas berbasis proyek ini dapat mengasah kreativitas serta membekali para siswa dengan pengalaman wirausaha yang nyata.

“Tugas ini sangat berkesan karena kami tidak hanya belajar teori bahasa dan sastra di kelas, tetapi juga mempraktikkan alur produksi makanan. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas, kekompakan kelompok, serta memberikan bekal pengalaman langsung dalam mengenal dunia bisnis dan kewirausahaan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka akan menggelar sesi pengolahan bahan, pengemasan (packaging), serta presentasi narasi fiksi kewirausahaan dan uji cita rasa produk pada jam pembelajaran mendatang.

Melalui keberlanjutan pembelajaran berbasis praktik kewirausahaan ini, diharapkan dapat melahirkan generasi muda madrasah yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Kenali Bahaya, 552 Siswa Dapatkan Edukasi Mitigasi Kebakaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *