Jatiwangi (KEMENAG) — Tiga siswa MAN 3 Majalengka menampilkan pembacaan puisi dalam peringatan Hari Bahasa dan Sastra, Rabu (21/10/2026). Penampilan di lapangan utama madrasah tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk melatih keberanian tampil di depan publik, mengasah kepekaan terhadap makna bahasa, dan menyampaikan pesan melalui penghayatan karya sastra.
Salah satu siswa yang tampil adalah Astri Nurul Alifah, siswi kelas XII MAN 3 Majalengka, bersama dua rekan siswa lainnya. Di hadapan warga madrasah, ketiganya membacakan puisi dengan mengandalkan pelafalan, intonasi, tempo, dan ekspresi untuk menyampaikan pesan yang terkandung dalam setiap bait.
Bagi para siswa, pengalaman tampil di hadapan audiens bukan sekadar kesempatan membacakan karya sastra. Mereka juga berlatih mengendalikan rasa gugup, menjaga konsentrasi, serta menyampaikan pesan secara jelas dan penuh penghayatan. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal ketika melakukan presentasi pembelajaran, mengikuti kegiatan organisasi, maupun berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Astri Nurul Alifah mengungkapkan bahwa pembacaan puisi menjadi pengalaman untuk belajar lebih berani dan memahami makna di balik kata-kata yang disampaikan.
“Melalui pembacaan puisi ini, saya belajar untuk lebih percaya diri tampil di depan banyak orang dan memahami bahwa setiap bait puisi memiliki makna yang perlu dihayati. Saya juga belajar menyampaikan perasaan dan pesan melalui intonasi serta ekspresi agar pendengar dapat merasakan makna puisi yang dibacakan,” ungkap Astri.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap karya sastra. Pembacaan puisi menuntut siswa untuk memahami isi teks, mengenali suasana, dan menentukan cara penyampaian yang sesuai dengan pesan karya.
Dari sisi pembelajaran, kegiatan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasa secara lebih menyeluruh. Mereka berlatih melafalkan kata dengan tepat, mengatur tempo, menggunakan intonasi yang sesuai, serta menafsirkan makna tersurat maupun tersirat. Proses tersebut juga dapat memperkaya kosakata, mengembangkan imajinasi, dan melatih kemampuan berpikir kritis.
Puisi turut memberikan ruang bagi siswa untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan secara kreatif. Melalui karya sastra, siswa dapat mengenali beragam pengalaman manusia, memahami sudut pandang yang berbeda, serta merefleksikan nilai-nilai kehidupan. Dengan demikian, pembacaan puisi tidak hanya mengembangkan kemampuan tampil, tetapi juga mendukung pembentukan kepekaan dan karakter.
Peringatan Hari Bahasa dan Sastra di MAN 3 Majalengka menjadi momentum untuk menghadirkan literasi melalui pengalaman belajar yang melibatkan partisipasi langsung siswa. Mereka tidak hanya membaca teks sebagai bagian dari pembelajaran, tetapi juga belajar menghayati, menafsirkan, dan menyampaikan pesan kepada orang lain.
Agar manfaatnya berkelanjutan, kegiatan apresiasi sastra dapat dikembangkan melalui latihan membaca puisi, diskusi karya, serta kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan madrasah. Pendampingan guru juga dapat membantu siswa mengevaluasi pelafalan, intonasi, ekspresi, dan penguasaan panggung sehingga keterampilan mereka terus berkembang.
Penampilan tiga siswa tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Bahasa dan Sastra dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian berkomunikasi, dan kecintaan terhadap karya sastra. Melalui kegiatan semacam ini, MAN 3 Majalengka diharapkan terus menumbuhkan budaya literasi yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berkarya, berekspresi, dan menyampaikan gagasan secara bermakna.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar