Berita Daerah KUA

Matangkan Persiapan Porseni Harmoni Beragama, Paduan Suara IPARI Majalengka Latih Lagu Sunda “Jol”

Banjaran (KEMENAG) — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Harmoni Beragama, para penyuluh agama yang tergabung dalam tim paduan suara Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Majalengka terus mematangkan persiapan. Latihan dilaksanakan di KUA Kecamatan Banjaran pada Senin (19/10/2026), dengan fokus pada lagu pilihan berbahasa Sunda berjudul “Jol”.

Latihan tersebut diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai kecamatan di Kabupaten Majalengka yang terpilih menjadi anggota tim paduan suara IPARI Majalengka, termasuk penyuluh agama dari KUA Kecamatan Malausma.

Dalam latihan kali ini, para peserta memusatkan perhatian pada pembagian suara satu dan suara dua, baik untuk kelompok laki-laki maupun perempuan. Perpaduan setiap suara dilatih secara saksama agar menghasilkan harmoni yang indah, kompak, dan selaras.

Lagu “Jol” yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Sunda menjadi pilihan untuk menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana mempererat persaudaraan. Melalui paduan suara, para penyuluh agama tidak hanya mengasah kemampuan vokal, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan pentingnya menyatukan perbedaan dalam satu irama.

Dirigen paduan suara, Alif Sinta, S.Kom.I., yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, mengatakan bahwa kekuatan paduan suara tidak hanya terletak pada kemampuan setiap individu, tetapi juga pada kesediaan untuk saling mendengarkan dan menyelaraskan suara.

Perkuat Kinerja dan Profesionalisme, MTsN 7 Majalengka Gelar Briefing Bahas AI hingga Persiapan ASAS 2026

“Dalam paduan suara, setiap orang memiliki peran dan warna suara masing-masing. Ketika suara satu dan suara dua mampu berpadu dengan baik, lahirlah harmoni yang indah. Begitu pula dalam kehidupan, perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermakna,” ungkap Alif.

Menurutnya, latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci untuk membangun kekompakan dan kesiapan tim dalam menghadapi Porseni Harmoni Beragama. Selain teknik vokal, para peserta juga perlu menjaga semangat, kepercayaan diri, dan kebersamaan selama proses latihan.

“Harapannya, kami tidak hanya tampil dengan baik di panggung, tetapi juga membawa pesan harmoni melalui musik dan budaya Sunda. Semoga kebersamaan ini menjadi cerminan semangat kerukunan, saling menghargai, dan persaudaraan yang terus kita rawat sebagai penyuluh agama,” tambahnya.

Melalui latihan bersama ini, tim paduan suara IPARI Kabupaten Majalengka diharapkan semakin siap menghadapi Porseni Harmoni Beragama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi para penyuluh agama lintas kecamatan untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan bahwa semangat kerukunan dapat tumbuh melalui berbagai bentuk kreativitas, termasuk seni suara.

Dengan semangat kebersamaan dan irama lagu “Jol”, para penyuluh agama membawa pesan bahwa harmoni bukan sekadar tentang menyatukan nada, melainkan juga tentang merawat perbedaan agar tetap indah dalam kebersamaan.

Rakor PAI Kemenag Majalengka: Bahas Digitalisasi Data Guru, Hak PPG, dan Legalitas Pokjawas

Kontributor: Alif Sinta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *