Malausma (KEMENAG) — Semangat menyambut Hari Santri mulai terasa di Kecamatan Malausma. Sebagai wilayah yang dikenal dengan kehidupan religius dan tradisi pesantrennya, Malausma terus berupaya menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Dalam rangka mempersiapkan peringatan Hari Santri yang akan digelar di lapangan Kecamatan Malausma, Camat Malausma, Dede Hakimurosad, S.P., M.Si., mengunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Malausma pada Rabu (14/10/2026). Kedatangan tersebut disambut oleh Kepala KUA Kecamatan Malausma, Amir Hamdi, S.Ag.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi untuk mematangkan persiapan kegiatan agar peringatan Hari Santri dapat berlangsung dengan tertib, khidmat, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat atas perjuangan para santri dan ulama dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta merawat persatuan bangsa. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Malausma.
Camat Malausma, Dede menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan identitas Malausma sebagai wilayah yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat.
“Peringatan Hari Santri bukan hanya milik para santri dan pesantren, melainkan milik kita semua. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut berpartisipasi, menjaga kebersamaan, serta menanamkan semangat perjuangan dan akhlak mulia kepada generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Malausma, Amir menyambut baik koordinasi tersebut. Menurutnya, Hari Santri merupakan momentum untuk menghidupkan kembali semangat mengaji, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Santri tidak hanya mereka yang tinggal di pesantren. Siapa pun yang terus belajar agama, menjaga akhlak, dan mengamalkan ilmunya untuk kebaikan sesama turut membawa semangat kesantrian. Kami berharap peringatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan persaudaraan,” ungkap Amir.
Ia juga berharap peringatan Hari Santri dapat menjadi ruang kebersamaan bagi pemerintah kecamatan, jajaran KUA, para kiai, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga Malausma.
Dengan semangat gotong royong, peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan di lapangan, tetapi juga meninggalkan pesan mendalam tentang pentingnya ilmu, keteladanan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.
Bagi masyarakat Malausma, menjaga identitas sebagai kota santri bukan hanya tentang sejarah dan banyaknya aktivitas keagamaan. Identitas itu hidup dalam keseharian: ketika anak-anak belajar mengaji, para kiai membimbing umat, orang tua menanamkan akhlak, dan masyarakat saling membantu dalam kebaikan.
Melalui persiapan yang dilakukan bersama, peringatan Hari Santri di Kecamatan Malausma diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi pesantren, serta mewariskan nilai-nilai luhur santri kepada generasi mendatang.
Kontributor: Alif Sinta


Komentar