Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas X-2 MAN 2 Majalengka mengolah teks anekdot menjadi komik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dipandu oleh Dra. Ema Halimaturrosyidah. Kegiatan ini bertujuan mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menyajikan teks melalui media visual. Pada Senin (12/10/2026)
Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari cara mengubah teks anekdot menjadi komik dengan memperhatikan alur cerita, tokoh, dialog, serta pesan yang ingin disampaikan. Teks yang semula berbentuk tulisan dikembangkan menjadi rangkaian gambar dan percakapan yang menarik serta mudah dipahami.
Proses ini mendorong siswa untuk memahami isi cerita sebelum menuangkannya ke dalam bentuk komik. Mereka perlu menentukan adegan yang sesuai, menyusun dialog, dan menyesuaikan ilustrasi agar pesan dalam teks anekdot tetap tersampaikan dengan baik.
Pembelajaran berlangsung dengan menggabungkan pemahaman materi dan kreativitas. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenai teks anekdot, tetapi juga mengembangkan imajinasi, keterampilan mengolah informasi, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara kreatif.
Ema menekankan pentingnya pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide dan mengekspresikan pemahamannya melalui berbagai bentuk karya.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami isi teks anekdot dengan baik dan mengembangkannya menjadi komik yang menarik, kreatif, serta tetap mempertahankan pesan yang terdapat dalam teks,” ujar Ema
Melalui pembelajaran yang kreatif dan kontekstual, MAN 2 Majalengka terus mendorong murid untuk mengembangkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan berkreasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang memadukan pemahaman teks dengan keterampilan berkarya.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar