Jatiwangi (KEMENAG)— Bergantian menuliskan materi di papan tulis, mengidentifikasi contoh besaran fisika, hingga berdiskusi membedakan besaran yang memiliki arah dan yang tidak, menjadi aktivitas siswa kelas X MAN 3 Majalengka dalam pembelajaran Fisika, Rabu (14/10/2026). Melalui materi besaran vektor dan besaran skalar, siswa didorong untuk memahami konsep secara langsung sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan pembelajaran berlangsung aktif dan interaktif di bawah bimbingan guru Fisika, Nunung Nuraisyah, S.Pd. Siswa tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat dalam diskusi, mencatat materi, serta mengidentifikasi contoh besaran skalar dan vektor melalui praktik di papan tulis.
Aktivitas tersebut memberi ruang bagi siswa untuk menguji pemahaman, mengemukakan pendapat, dan belajar membedakan konsep berdasarkan karakteristik setiap besaran. Dengan keterlibatan langsung, materi yang dipelajari diharapkan lebih mudah dipahami dan dikaitkan dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari.
Nunung Nuraisyah, S.Pd., menekankan pentingnya pemahaman konsep dasar dalam pembelajaran Fisika. Menurutnya, siswa perlu mengenali karakteristik setiap besaran agar dapat menggunakannya secara tepat ketika mempelajari materi lanjutan.
“Pembelajaran melalui diskusi dan praktik langsung diharapkan dapat membantu siswa memahami perbedaan besaran skalar dan vektor. Selain memahami materi, mereka juga perlu berani menyampaikan pendapat, berpikir kritis, dan menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam materi tersebut, besaran skalar merupakan besaran yang hanya memiliki nilai atau besar, sedangkan besaran vektor memiliki nilai dan arah. Keduanya menjadi konsep mendasar untuk memahami berbagai fenomena fisika, seperti suhu, massa, perpindahan, kecepatan, dan gaya.
Melalui kegiatan identifikasi dan diskusi, siswa dilatih untuk menentukan contoh besaran berdasarkan karakteristiknya. Praktik menuliskan materi di papan tulis juga menjadi sarana untuk mengembangkan keberanian, ketelitian, tanggung jawab, serta keterampilan menyampaikan gagasan di hadapan teman sekelas.
Pembelajaran yang aktif dan kolaboratif ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendukung pengembangan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kedisiplinan. Siswa memperoleh kesempatan untuk bertukar pemahaman, menyampaikan gagasan, serta menghargai pendapat orang lain.
Melalui pembelajaran tersebut, MAN 3 Majalengka mendorong terciptanya pengalaman belajar Fisika yang bermakna. Siswa diharapkan tidak sekadar menguasai konsep vektor dan skalar, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan tersebut untuk menganalisis persoalan fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar