Majalengka (KEMENAG) Dalam rangka membentuk karakter dan moral generasi muda, penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan bimbingan bagi remaja usia sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini dilangsungkan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPI) Majalengka pada Selasa (6/10/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Nehemia P. Pasaribu, M.Th. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya bagi para pelajar SMP untuk menanamkan dan menerapkan “Sikap yang Benar” dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas.
Landasan firman Tuhan yang diangkat dalam bimbingan ini merujuk pada kitab 1 Timotius 4:12, yang mengingatkan para remaja agar tidak seorang pun menganggap mereka rendah karena mereka muda, melainkan harus menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Selain itu, materi juga diperkuat dengan teladan dari Amsal 1:7 mengenai pentingnya takut akan Tuhan sebagai permulaan pengetahuan.
“Masa remaja adalah fase krusial dalam pencarian jati diri. Oleh karena itu, pembekalan mengenai nilai-nilai moral dan etika yang tertuang dalam sikap yang benar sesuai kebenaran firman Tuhan menjadi fondasi penting agar mereka tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah,” ujar Nehemia di hadapan puluhan siswa yang hadir.

Selama jalannya kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi interaktif. Materi yang dibawakan secara komunikatif ini diharapkan mampu memotivasi para remaja Kristen di Majalengka untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi saksi Kristus yang baik bagi sesama.
Kegiatan bimbingan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, pendamping, dan seluruh pelajar SMP yang menjadi peserta. Program serupa diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi mengawal tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter kuat dan berdampak positif.
Kontributor : Iman Abdulrahman


Komentar