Berita Daerah KUA

Penyuluh KUA Malausma Ajak Jamaah MT Miftahul Khoer Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian

Malausma (KEMENAG)— Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, H. Apikin, S.Sos., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Miftahul Khoer, Dusun Bera, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Rabu (7/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia mengangkat tema tentang kehidupan manusia yang pada akhirnya akan diakhiri oleh kematian.

Apikin mengajak jamaah untuk menyadari bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Setiap manusia akan menghadapi kematian sebagai sebuah kepastian yang tidak dapat ditunda ataupun dihindari.

“Kita semua sedang berjalan menuju satu kepastian, yaitu kematian. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya tiba. Karena itu, selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, mari kita gunakan untuk memperbanyak amal kebaikan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat,” ujar Apikin.

Menurutnya, kesadaran terhadap kematian bukan untuk membuat manusia takut menjalani kehidupan, melainkan menjadi pengingat agar setiap aktivitas memiliki nilai kebaikan. Harta, jabatan, usia, dan berbagai kenikmatan dunia pada akhirnya akan ditinggalkan.

Ia menekankan bahwa yang akan dibawa manusia ketika meninggalkan dunia bukanlah kekayaan atau kedudukan, melainkan amal perbuatan yang telah dilakukan selama hidup.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

 “Jangan sampai kita sibuk mengejar dunia, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Selagi masih diberi umur dan kesehatan, mari perbaiki salat, perbanyak sedekah, berbuat baik kepada sesama, serta segera bertobat ketika melakukan kesalahan,” tuturnya.

Apikin juga mengajak jamaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai ruang untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Menurutnya, ilmu agama yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi jamaah MT Miftahul Khoer bahwa kehidupan dunia memiliki batas. Dengan menyadari adanya kematian, setiap orang diharapkan semakin bijak dalam menjalani kehidupan serta lebih sungguh-sungguh mempersiapkan amal sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Hidup pasti berakhir dengan kematian. Persoalannya bukan kapan kematian datang, tetapi sudah sejauh mana kita mempersiapkan bekal untuk menghadap-Nya.

Kontributor: Alif Sinta

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *