Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.10 program keahlian Tata Busana MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran praktik menjahit blus secara langsung di bawah bimbingan guru mata pelajaran Tata Busana, Tuti Suryani, S.Pd., pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan keterampilan tata busana sekaligus implementasi pembelajaran vokasional di lingkungan madrasah. Melalui praktik ini, para murid mempraktikkan secara detail proses pembuatan blus, mulai dari ketepatan mengikuti pola, menyatukan bagian-bagian kain, hingga menghasilkan potongan jahitan yang rapi dan presisi sesuai rancangan awal.
Sebelum dan selama proses pengerjaan, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai aspek-aspek krusial dalam pembuatan busana. Hal tersebut mencakup ketepatan ukuran, penentuan posisi komponen pakaian, teknik penyambungan kain, kerapian hasil jahitan, hingga pengoperasian mesin jahit secara aman dan benar. Pemahaman menyeluruh ini menjadi fondasi utama agar produk yang dihasilkan tidak sekadar selesai secara teknis, tetapi juga memiliki standar mutu pengerjaan yang tinggi.
Guru pembimbing Tata Busana MAN 2 Majalengka, Tuti Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik langsung memberikan ruang bagi siswa untuk melatih kedisiplinan dan ketelitian kerja.
“Melalui praktik menjahit blus, murid belajar menerapkan teori secara langsung. Ketelitian, kerapian, dan kesabaran sangat diperlukan karena setiap bagian harus dikerjakan dengan tepat agar menghasilkan busana yang sesuai dengan pola dan rancangan,” ungkap Tuti.
Melalui pengalaman belajar faktual ini, MAN 2 Majalengka berkomitmen untuk terus membekali peserta didik dengan kompetensi vokasional yang solid. Selain mengasah kecakapan teknis menjahit, pembelajaran ini ditujukan untuk membentuk mentalitas kerja yang teliti, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai bekal berharga bagi para murid, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun saat terjun ke dunia industri dan kewirausahaan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar