Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.10 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dengan fokus materi memahami keotentikan Al-Qur’an pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan pembelajaran yang dibimbing langsung oleh guru pengampu, Ade Holipah, S.Pd.I., tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, para murid mempelajari pengertian keotentikan Al-Qur’an serta berbagai aspek yang membuktikan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang senantiasa terjaga keasliannya. Materi ini diberikan sebagai fondasi dasar bagi para siswa agar mampu memahami landasan utama keagamaan secara komprehensif.
Selain itu, para murid juga diarahkan untuk memahami sejarah dan proses penjagaan Al-Qur’an dari masa Rasulullah SAW hingga generasi setelahnya. Keotentikan Al-Qur’an tersebut terbukti melalui terpeliharanya bacaan dan teks secara berkesinambungan lewat tradisi hafalan (syafawi) maupun penulisan (tadwin).
Ade Holipah menjelaskan bahwa pemahaman mengenai keotentikan Al-Qur’an sangat krusial untuk membangun keyakinan siswa, sekaligus menumbuhkan sikap menghargai dan mencintai kitab suci.
“Mempelajari keotentikan Al-Qur’an bukan hanya untuk mengetahui sejarahnya, tetapi juga untuk menumbuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang harus kita pelajari, pahami, dan amalkan dalam kehidupan,” ujar Ade.
Melalui pembelajaran ini, pihak sekolah berharap pemahaman para murid terhadap kedudukan dan keotentikan Al-Qur’an semakin kuat. Dengan demikian, siswa terdorong untuk senantiasa berinteraksi aktif dengan Al-Qur’an, baik melalui membaca, memahami isi kandungannya, maupun mengamalkan nilai-nilai luhurnya dalam kehidupan sehari-hari. Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar