Talaga (KEMENAG) — Guna mengoptimalkan wawasan pertolongan pertama serta meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam pelayanan kesehatan sekolah, MAN 1 Majalengka secara konsisten menggembleng anggota Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Rutin PMR Wira bertema Pengenalan Obat-Obatan Tradisional dan Dasar tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas X.7 MAN 1 Majalengka, Jumat (25/9/2026).
Rangkaian kegiatan diklat diawali pada sore hari dengan sesi pencatatan mandiri mengenai klasifikasi obat-obatan dasar dan tradisional oleh 38 anggota PMR Wira. Tahapan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi secara komprehensif oleh tim pengurus, mencakup fungsi obat, indikasi penggunaan, dosis aman, hingga tata cara penanganan medis darurat tingkat awal di UKS. Selama sesi berlangsung, para peserta didik menyimak penjelasan secara interaktif serta mencatat poin-poin krusial sebagai bekal tindakan medis lapangan.

Penyelenggaraan diklat keagamaan dan kepalangmerahan ini dirancang sebagai langkah edukasi kesehatan berbasis pembinaan karakter kemanusiaan. Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai farmakologi dasar dan herbal, para anggota PMR dibina agar memiliki kecakapan, ketelitian, serta keberanian dalam memberikan penanganan awal yang tepat saat menangani warga madrasah yang membutuhkan pertolongan.
Ketua Umum PMR Wira MAN 1 Majalengka, Najma Azkiamara Lutfi, menyampaikan bahwa penguasaan materi obat-obatan dasar merupakan fondasi penting bagi setiap relawan muda.
“Kegiatan Diklat rutin ini kami selenggarakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR Wira, khususnya dalam memahami jenis serta pemanfaatan obat-obatan tradisional dan obat dasar secara tepat,” ujar Najma.

Lebih lanjut, ia berharap agar bekal keilmuan yang diperoleh dapat menunjang kesiapan operasional anggota di lingkungan madrasah.
“Melalui pemahaman materi ini, kami berharap seluruh anggota dapat lebih siap dan tanggap dalam menjalankan tugas pertolongan pertama. Semoga diklat ini terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keaktifan anggota dalam setiap kegiatan kepalangmerahan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pengurus dan Pembina PMR MAN 1 Majalengka akan mengagendakan simposium praktik simulasi pengelolaan obat serta peracikan herbal sederhana di laboratorium UKS pada pertemuan berikutnya.
Melalui keberlanjutan pembinaan kepalangmerahan ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan siswa dan kesiapsiagaan relawan muda, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar