Berita Daerah

Belajar dari Lingkungan Sekitar, Siswa MTsN 2 Majalengka Praktik Observasi Bidang Usaha

Jatiwangi (Kemenag) — Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 2 Majalengka tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Siswa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui kegiatan observasi terhadap bidang usaha yang berada di sekitar tempat tinggal mereka sebagai bagian dari pembelajaran Bab Teks Laporan Hasil Observasi pada pada Sabtu (19/9/2026).

Salah satu kegiatan observasi dilakukan oleh Syeha, Tsagita, Renita, dan Lida, peserta didik kelas VIII A, yang mengunjungi Pabrik Kerupuk Bu Hj. Vera di Desa Ranji. Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan pengamatan secara langsung terhadap lingkungan usaha dan aktivitas yang berlangsung di tempat produksi kerupuk.

Guru Bahasa Indonesia MTsN 2 Majalengka, Diding Jamaludin, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan observasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat objek secara langsung sebagai bahan penyusunan laporan.

“Melalui kegiatan observasi ini, siswa dapat melihat secara langsung objek yang akan mereka jadikan bahan laporan. Mereka mengamati berbagai aktivitas yang berkaitan dengan proses produksi kerupuk sekaligus menggali informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi data hasil pengamatan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga belajar mengumpulkan fakta dari kondisi nyata di lapangan,” jelas Diding.

Kegiatan observasi menjadi bagian penting dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi karena siswa dituntut memperoleh informasi berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dicatat dan diolah sebagai bahan untuk menyusun laporan sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang telah dipelajari.

Pembelajaran berbasis observasi juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk tidak hanya memahami materi secara teoritis. Dengan mengamati objek secara langsung, siswa belajar menemukan informasi, mencatat fakta, memilah data yang relevan, serta menyusunnya kembali menjadi sebuah laporan yang sistematis.

Tingkatkan Kebersamaan, MTsN 13 Majalengka Istiqamahkan Pembiasaan Sholawat Nariyah

Setelah menyelesaikan kegiatan observasi, hasil pengamatan akan dikembangkan menjadi teks laporan hasil observasi dan dipresentasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui presentasi tersebut, siswa juga dilatih untuk menyampaikan informasi secara runtut, jelas, dan percaya diri.

Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar diharapkan membuat pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Siswa dapat melihat bahwa objek untuk sebuah teks laporan hasil observasi tidak selalu harus dicari jauh dari lingkungan mereka, tetapi dapat ditemukan melalui berbagai aktivitas usaha yang ada di sekitar.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menyusun teks laporan hasil observasi berdasarkan fakta yang diperoleh dari pengamatan langsung. Selain meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan tersebut juga melatih kemampuan mengamati, mengumpulkan informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta mempresentasikan hasil kerja.

Kontributor: Rika Gayatri

Kepala MTsN 13 Majalengka Tegaskan Pentingnya Evaluasi PORSENI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *