Sumberjaya (KEMENAG) — Pentingnya memakmurkan masjid tidak hanya sebatas mendirikan bangunan yang megah, melainkan juga menghidupkan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial di dalamnya. Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberjaya, Ahmad Patoni, S.Kom.I., saat memberikan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Al-Ihsan, Desa Rancaputat, Rabu (5/8/2026).
Dalam ceramahnya di hadapan puluhan jemaah majelis taklim, Ahmad mengupas secara mendalam kandungan Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 18. Ia menjelaskan bahwa memakmurkan rumah Allah merupakan salah satu indikator utama keimanan seseorang kepada Allah SWT dan hari akhir.
“Memakmurkan masjid memiliki dua dimensi, yaitu fisik dan spiritual. Dimensi fisik berkaitan dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, sedangkan dimensi spiritual diwujudkan melalui ikhtiar kita untuk meramaikannya dengan salat berjemaah, pengajian, dan kegiatan yang menyejahterakan umat,” ujar Ahmad.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa orang-orang yang secara konsisten memakmurkan masjid akan dibimbing oleh Allah SWT menuju petunjuk yang lurus serta dibebaskan dari rasa takut selain kepada-Nya. Menurutnya, majelis taklim seperti Al-Ihsan di Desa Rancaputat ini menjadi sarana strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk senantiasa terikat dengan masjid.
Kegiatan penyuluhan rutin yang berlangsung sejak pagi hari ini disambut antusias oleh para jemaah Desa Rancaputat. Melalui materi yang disampaikan, KUA Sumberjaya berharap pemahaman keagamaan masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan desa yang religius, rukun, dan berakhlakul karimah.
Kontributor: Eki Kurniawan


Komentar