Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka berkomitmen melakukan transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kerjanya. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan “Pelatihan Pelayanan Prima” bagi aparatur Kemenag yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Majalengka, Rabu (21/1/2026).
Acara yang diikuti oleh 35 peserta dari unsur kehumasan, front officer, dan petugas keamanan (security) ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank bjb Syariah Majalengka, Mukhammad Khasib, beserta tim instruktur profesional.
Dalam arahannya saat membuka acara, H. Agus Sutisna memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian nilai layanan Kemenag Majalengka yang telah menyentuh angka 99,35. Namun, ia menegaskan bahwa prestasi tersebut harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Saya ingin evidence itu diikuti oleh perilaku kita dalam memberikan layanan. Jangan hanya tertulis saja, tetapi bagaimana kita benar-benar melayani masyarakat yang menggunakan jasa Kementerian Agama dengan hati,” tegas Agus.
Lebih lanjut, Agus menekankan aspek spiritualitas yang menjadi ciri khas Kemenag. Ia menginstruksikan kepada seluruh garda terdepan untuk menyertakan doa dalam setiap sapaan kepada tamu.
“Perbedaan kita dengan teknologi adalah sisi keberkahan. Petugas kita tidak hanya mengarahkan tamu, tetapi juga harus mampu mendoakan mereka agar urusannya lancar dan selamat sampai tujuan,” tambahnya.
Memasuki sesi materi, Pimpinan KCP bank bjb syariah Majalengka, Mukhammad Khasib, memaparkan pentingnya Service & Professional Image. Ia menekankan bahwa insan layanan yang ideal harus mampu menempatkan pelanggan pada titik sentral dan melihat pekerjaan tersebut sebagai profesi yang berhubungan langsung dengan kemanusiaan.
“Insan layanan yang ideal harus mampu menempatkan pelanggan pada titik sentral. Kita harus melihat pekerjaan ini secara primer sebagai profesi yang berhubungan langsung dengan kemanusiaan,” ujar Khasib saat menjelaskan konsep komunikasi efektif.
Senada dengan hal tersebut, Putri Azzahra Anwar selaku Marketing Funding Officer bank bjb syariah Majalengka, melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan pengalaman pelanggan. Ia mengingatkan bahwa layanan adalah pengalaman yang melampaui transaksi fisik dasar, sehingga petugas wajib menghindari kata-kata yang dapat merusak hubungan interpersonal.
“Layanan bukan sekadar produk fisik, melainkan pengalaman yang melampaui transaksi dasar. Prinsip utamanya adalah pelanggan ingin diperlakukan dengan baik, bahkan melebihi produk atau jasa yang kita tawarkan,” ungkap Putri.
Sesi pelatihan tersebut kemudian ditutup dengan simulasi teknis oleh Azizah, Front Officer bank bjb syariah Majalengka. Ia membedah strategi Service Recovery Loop sebagai kunci dalam menangani keluhan masyarakat agar berubah menjadi kepuasan. Menurutnya, service recovery adalah proses mengubah pengalaman negatif nasabah menjadi positif.
“Ini bukan sekadar menenangkan pelanggan, tetapi memastikan akar masalah atau root cause diperbaiki agar tidak muncul kembali di masa depan,” jelas Azizah secara mendalam.
Melalui rangkaian materi dan simulasi ini, Kemenag Majalengka berharap dapat membentuk budaya layanan yang kuat sehingga setiap pegawai merasa bahagia dan ikhlas dalam melayani. Karakter pelayan yang tulus diharapkan dapat terinternalisasi pada setiap peserta demi mewujudkan Zona Integritas (ZI) yang representatif di seluruh unit kerja, termasuk KUA dan Madrasah di Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar