Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka terus berkomitmen meningkatkan kualitas moral warga binaan melalui penguatan aspek spiritual. Kepala Lapas Majalengka, Rian Firmansyah, A.Md.IP., S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka yang secara konsisten memberikan pelayanan kerohanian.
Apresiasi tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan pembinaan rohani rutin yang berlangsung di lingkungan Lapas pada Jumat (09/01/2026). Program kolaboratif antara Lapas Majalengka dan Kemenag ini diperuntukkan bagi warga binaan yang beragama Kristen dan Katolik, yang telah berjalan dengan tertib dan khidmat sejak Juli 2025.
”Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan pelayanan yang diberikan oleh para penyuluh agama dari Kemenag Majalengka. Hal ini merupakan bagian vital dari pembinaan mental dan kepribadian, agar warga binaan memiliki bekal spiritual yang kuat saat nanti kembali ke masyarakat,” ujar Rian Firmansyah.
Pesan Keteguhan Hati di Awal Tahun
Kegiatan ibadah yang berlangsung khusyuk ini diawali dengan doa pembuka dan lantunan lagu pujian. Sesi utama, yaitu Pemberitaan Firman Tuhan, disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Majalengka, Christiana Bonita, S.Th.
Dalam khotbahnya yang bertajuk “Awal yang Baik” dengan merujuk pada kitab Matius 4:1-11, Christiana memberikan penguatan mengenai pentingnya integritas diri di tengah keterbatasan.
”Setiap manusia pasti menghadapi pencobaan, namun kemenangan sejati ditentukan oleh sejauh mana kita berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran. Jadikan momen di tempat ini sebagai kesempatan untuk memulihkan hubungan dengan Tuhan. Mulailah tahun yang baru ini dengan komitmen untuk meninggalkan masa lalu dan melangkah dengan hati yang bersih,” tegas Christiana di hadapan para warga binaan.
Pesan tersebut diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi warga binaan agar mampu menjalani masa pembinaan dengan sikap positif dan penuh harapan di awal tahun 2026 ini.
Kolaborasi Humanis dan Berkelanjutan
Peran aktif Kementerian Agama Kabupaten Majalengka melalui para penyuluhnya menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan hak pelayanan ibadah bagi setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Rangkaian ibadah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Hendrik, S.Th. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan untuk kedamaian, kesehatan, serta kelancaran proses pembinaan bagi seluruh keluarga besar Lapas Majalengka. Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, kegiatan diakhiri dengan pembagian makanan ringan (snack) oleh para penyuluh kepada warga binaan.
Melalui sinergi yang humanis dan berkelanjutan antara pihak Lapas dan Kemenag Majalengka, diharapkan transformasi karakter warga binaan dapat terwujud, sehingga mereka siap menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sosial di masa depan.
Kontributor : Hendrik, S.Th.



Komentar