Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah Cijati, Majalengka, menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Santri Kreatif, Menebar Manfaat di Dunia Digital” ini diikuti oleh 22 santriwan dan santriwati dengan fokus utama pada dakwah visual dan tata kelola media sosial.
Hadir sebagai pemateri utama, Endang Mu’min, Pelaksana Kehumasan pada Subbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa di era disrupsi ini, media sosial adalah “mimbar baru” bagi kaum sarungan. Santri tidak hanya dituntut mahir membaca kitab kuning, tetapi juga harus cakap membaca perkembangan zaman.
”Jika ruang digital tidak diisi oleh santri dengan konten kebaikan, maka ruang tersebut akan didominasi oleh konten yang kurang bermanfaat. Santri harus mampu berdakwah melalui visual yang menarik dan tulisan yang menyentuh hati,” ujar Endang di hadapan para peserta.
Dalam sesi materi, para santri dibekali teknik desain poster menggunakan prinsip C.R.A.P (Contrast, Repetition, Alignment, Proximity) serta anatomi poster yang efektif. Tak hanya soal estetika, Endang juga membedah strategi pengelolaan media sosial melalui empat pilar konten: edukasi, informasi, dokumentasi, dan interaksi.
Pengasuh Ponpes Darul Falah Cijati, KH. Dedi Ruhaedi, S.Ag., menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya LDKS ini. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah sarana untuk memperluas jangkauan syiar Islam.
”Tujuan kami adalah mencetak kader pemimpin yang tafaqquh fiddin sekaligus melek teknologi. Harapan saya, santri Darul Falah bisa menjadi benteng informasi positif di tengah gempuran hoaks. Dakwah itu dinamis, dan hari ini dakwah harus masuk ke ruang-ruang digital,” tegas Dedi.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Santri, Ust. Aris Abdul Aziz, S.Pd.I., mengingatkan para peserta agar tetap mengedepankan etika atau akhlakul karimah dalam berselancar di dunia maya.
”Kami menekankan prinsip tabayyun dan menjaga muruah (kehormatan) sebagai santri. Jangan sampai kecanggihan teknologi justru menghilangkan adab. Konten yang dibuat harus lurus niatnya, yakni untuk li i’lai kalimatillah, bukan sekadar mengejar viral atau popularitas,” pesan Aris.
Kegiatan ditutup dengan simulasi kelompok, di mana para santri mempraktikkan langsung pembuatan konsep konten dan sketsa poster dakwah. Melalui pelatihan ini, Ponpes Darul Falah Cijati berkomitmen melahirkan generasi santri yang kreatif, inovatif, dan mampu menebar manfaat bagi masyarakat luas di dunia digital.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar