Humas Kemenag Majalengka – Pasukan Baris Berbaris (PBB) dari MTs Negeri 8 Majalengka yang dikenal dengan julukan “Prajurit Sakti” berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Tingkat Jawa Barat tahun 2025. Dalam kompetisi yang diikuti 92 regu dari berbagai sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Jawa Barat ini, “Prajurit Sakti” sukses meraih gelar Juara Bina II dan Juara Video Dokumenter Terbaik ke-3.
LKBB 2025 diselenggarakan di Kampus MAN 1 Sumedang selama dua hari, mulai Sabtu (15/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025).
Prestasi ini menjadi catatan manis bagi “Prajurit Sakti” mengingat LKBB di Sumedang ini merupakan event kedua yang mereka ikuti di tahun 2025. Meskipun tergolong baru, pasukan dari MTsN 8 Majalengka ini membuktikan keseriusan dan totalitas mereka. Hal ini terlihat dari proses latihan yang intensif dan dilakukan setiap hari, bahkan di tengah cuaca ekstrem dan tidak menentu yang melanda bulan ini.
Kepala Madrasah, Drs. H. Mahmud Saenun, M.Si, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya. Ia mengungkapkan rasa terharu dan bangga saat menerima piala kemenangan dari tim PBB MTsN 8 Majalengka usai Upacara Bendera pada Senin (17/11).
“Saya merasa sangat terharu sekaligus bangga. Meskipun pasukan ini baru dibentuk dan baru dua kali mengikuti kegiatan serupa, namun ternyata mereka benar-benar mampu menunjukan kesungguhan dan keseriusan dalam menjalankan semua proses latihan dan persiapan,” ungkap Saenun.
“Meski kadang proses latihan terkendala cuaca yang tidak menentu, tapi terkalahkan oleh semangat berlatih. Selamat kepada pasukan Prajurit Sakti atas pencapaiannya dan semoga bisa menjadi inspirasi siswa yang lain untuk bisa lebih berprestasi lagi,” pungkasnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.
“Saya sangat mengapresiasi atas prestasi MTsN 8 Majalengka pada LKBB tingkat provinsi dengan sukses. Bukan sesuatu hal yang mudah dalam mengalahkan pesaing-pesaing dari madrasah/sekolah lain, untuk itu diperlukan kesungguhan dan keberanian untuk meraih juara,” kata Euis.
Euis menambahkan bahwa kegiatan LKBB memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi ketangkasan, melainkan juga berfungsi sebagai sarana untuk melatih karakter peserta didik.
“Dalam baris-berbaris, mereka diajarkan disiplin, kekompakan, kebersamaan, serta ketepatan. Ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter yang kuat, yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan,” jelasnya.
“Selamat atas prestasi yang didapatkan, semoga bisa menjadi contoh madrasah yang lain untuk meningkatkan prestasi di berbagai bidang sehingga madrasah tidak hanya berbicara soal agama tapi mampu menunjukkan kemampuan di bidang umumnya,” pungkas Euis



Komentar