Majalengka (KEMENAG) – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madani Cikalong, Kecamatan Sukahaji, menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar kegiatan berbagi kepada masyarakat pada Senin (9/3/2026). Dalam agenda tersebut, sebanyak 700 paket bantuan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, M.Pd., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Turut hadir Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Majalengka, Taswara, S.Sos., M.I.Kom mewakili Pemerintah Daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Madani, Dr. H. Endi Suhendi, M.Ag. menjelaskan bahwa 700 paket bantuan tersebut diperuntukkan bagi imam masjid, ustadz, anak yatim, hingga fakir miskin. Ia menegaskan bahwa sumber dana bantuan ini merupakan bukti kemandirian pesantren.
”Paket bantuan ini murni berasal dari hasil pengembangan unit-unit usaha yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al Madani, bukan dari iuran santri. Kami ingin membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga lokomotif ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat,” ujar Endi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Endi memaparkan bahwa Ponpes Al Madani terus berkomitmen mencetak lulusan unggul. Terbukti, banyak alumni yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) hingga melanjutkan studi ke luar negeri, seperti Mesir. Ia juga menekankan bahwa pesantrennya merupakan lembaga yang inklusif.
”Al Madani adalah rumah bagi semua kalangan. Kami menerima santri dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan, budaya, maupun pemahaman keagamaan tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Semangat kami adalah kebersamaan,” tambahnya.
Dukungan dari Kemenag dan Pemerintah Daerah
Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Agus Sutisna, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif tersebut. Menurutnya, Al Madani adalah potret pesantren modern yang memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan masyarakat.
”Pesantren ini memiliki sistem pendidikan yang baik. Melalui Satuan Pendidikan Muadalah yang diakui negara, ijazah santri di sini setara dengan pendidikan formal sehingga mereka memiliki akses luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Agus.
Ia juga mengimbau agar pesantren terus mengoptimalkan potensi umat, termasuk pengelolaan zakat dan wakaf. Di sela sambutannya, Agus turut membawa kabar baik mengenai rencana pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukahaji dalam waktu dekat guna meningkatkan pelayanan keagamaan.
Senada dengan hal tersebut, Kabag Kesra Pemda Majalengka Taswara, yang hadir mewakili Bupati Majalengka menyatakan rasa bangganya terhadap kontribusi Ponpes Al Madani.
”Kami memohon maaf karena Bapak Bupati belum bisa hadir langsung di tengah-tengah kita. Namun, Pemerintah Daerah sangat bangga dan mengapresiasi keberadaan Ponpes Al Madani. Kontribusi pesantren dalam membantu tugas pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sangatlah besar,” jelas Kabag Kesra.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan Pemerintah Daerah sangat diperlukan untuk menyukseskan berbagai program pembangunan sosial.
“Semoga aksi nyata hari ini menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk terus memupuk kepedulian sosial,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama, dengan harapan hubungan antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat semakin erat di masa depan.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar