Kertajati (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali memperkuat koordinasi lintas sektoral melalui agenda Rapat Dinas Tetap (Radintap). Pertemuan strategis yang melibatkan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penghulu se-Kabupaten Majalengka ini digelar di KUA Kecamatan Kertajati pada Rabu (04/02/2026).
Acara ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja layanan keagamaan sekaligus menyelaraskan kebijakan pusat dengan realitas di tingkat kecamatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Majalengka, H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., didampingi Kasubag Tata Usaha, H. Heru Hoerudin, M.Ag., serta Kasi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H.
Adaptasi Visi Pusat dan Aksi Ekoteologi
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, H. Agus Sutisna, menekankan pentingnya adaptasi program kerja terhadap visi besar pemerintah pusat dan provinsi. Salah satu poin yang menjadi sorotan utama adalah implementasi Ekoteologi yang kini terintegrasi dalam program Astraprotas.
“Kita harus mampu menyelaraskan program Presiden dan Gubernur mengenai pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan nilai-nilai agama. Ini bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan aksi nyata yang harus diintegrasikan dalam tugas keseharian di KUA,” tegas Agus di hadapan para peserta.
Agus juga memberikan perhatian khusus pada tantangan operasional tahun ini, terutama terkait ditiadakannya alokasi anggaran untuk revitalisasi KUA serta biaya tenaga kebersihan dan keamanan.
“Mengingat tahun ini tidak ada anggaran khusus untuk aspek tersebut, saya mengimbau seluruh jajaran KUA untuk tetap menjaga kekompakan. Lakukan upaya swadaya demi menjaga kenyamanan dan keamanan kantor masing-masing demi pelayanan masyarakat yang tetap prima,” tambahnya.
Prestasi PMPZI dan Transformasi Digital
Kabar membanggakan disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha, H. Heru Hoerudin. Ia mengumumkan bahwa Kemenag Majalengka berhasil meraih Juara Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) tingkat provinsi dengan skor mencapai 94.3.
“Nilai impresif ini adalah bukti konkret komitmen kita dalam reformasi birokrasi. Namun, prestasi ini jangan membuat kita berpuas diri. Kita harus terus meningkatkan integrasi pelaporan, termasuk kewajiban pelaporan pajak tahunan yang kini sudah beralih sepenuhnya ke sistem Cortex,” jelas Heru.
Sebagai langkah konkret dukungan terhadap visi Ekoteologi, Heru menginstruksikan perubahan tradisi pengiriman ucapan selamat. Kedepannya, pengiriman karangan bunga akan ditiadakan dan diganti dengan bibit pohon atau tanaman hias seperti Bougenville, Lili Paris, atau Puring.
Penguatan Regulasi dan Profesionalisme SDM
Di sisi teknis, Kasi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, memberikan apresiasi atas kesiapan KUA Kertajati sebagai tuan rumah. Ia juga mensosialisasikan regulasi terbaru, yakni KMA Nomor 1644 Tahun 2025, sebagai pedoman baru tata kelola urusan agama Islam.
Menutup rangkaian rapat, Sofyan mengingatkan para peserta mengenai agenda Uji Kualifikasi Teknis Khusus Keagamaan yang akan dilaksanakan esok hari, Kamis (05/02/2026), di Kantor Kemenag Majalengka.
“Uji kompetensi ini adalah upaya kita untuk terus meng-upgrade kualitas dan profesionalitas para penghulu agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan umat,” pungkas Sofyan.
Selain bahasan teknis, Radintap kali ini juga menghasilkan kesepakatan mengenai persiapan Rapat Kerja (Raker) pada 12 Februari mendatang serta instruksi percepatan distribusi Zakat Fitrah agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Kontributor : Pupung Purnama Giri



Komentar