Majalengka (KEMENAG) – Yayasan Darul Falah Cijati Majalengka resmi melantik jajaran pimpinan baru untuk unit pendidikan Madrasah Aliyah (MA), Raudhatul Athfal (RA), dan Kelompok Bermain (Kober). Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Kompleks Darul Falah Cijati, Majalengka, pada Sabtu (28/2/2026).
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Darul Falah Cijati, KH. Dedi Ruhaedi, S.Ag. Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan, pejabat yang dilantik untuk masa bakti 2026–2030 adalah Saudari Nani Warnasari, M.Pd. sebagai Kepala MA Darul Falah menggantikan H. Uman Jamaludin, M.Pd. yang memasuki masa pensiun, Saudari Devi Siti Fauziah, S.Pd.I. sebagai Kepala RA Siti Fatimah menggantikan Alfi Fadhilah Madani, S.Pd., dan Saudari Dede Kholidah sebagai Ketua Penyelenggara Kober Siti Fatimah menggantikan Alfi Fadhilah Madani, S.Pd.
Dalam amanatnya, KH. Dedi Ruhaedi menekankan pentingnya tanggung jawab dalam mengemban amanah demi kemajuan pendidikan di lingkungan yayasan. “Saya percaya Saudara-saudara mampu dan cakap melaksanakan tugas pengabdian ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Hadir memberikan sambutan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Darul Falah Cijati dalam dunia pendidikan. Ia menyoroti besarnya peran lembaga swasta, mengingat 80 persen madrasah di bawah Kemenag dikelola oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu secara khusus, Agus menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada H. Uman Jamaludin, M.Pd. yang telah menyelesaikan masa tugasnya (pensiun). Ia mengapresiasi dedikasi luar biasa H. Uman yang telah mengabdi di Darul Falah Cijati selama periode 2014 s.d. 2026, serta kontribusi besarnya bagi Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
“Terima kasih atas dedikasi dan inovasi Pak Haji Uman yang telah membersamai madrasah ini. Beliau adalah pejuang pendidikan bagi kita, semoga rezekinya terus mengalir dan selalu diberkahi,” ungkapnya.
Agus juga mengingatkan pentingnya kualifikasi akademik (minimal S-1) dan empat kompetensi guru, yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
“Di sekolah swasta, kompetensi sosial sangat penting. Kita harus bergaul dan berbakti kepada masyarakat karena itulah kunci mendapatkan kepercayaan siswa,” tegasnya.
Selain itu, ia memberikan dukungan atas rencana yayasan yang akan segera membuka unit Madrasah Ibtidaiyah (MI) baru.
Ketua Pembina Yayasan Darul Falah Cijati, Ir. H. Sadullah Muhdi, M.BA., memaparkan bahwa pemilihan pemimpin baru ini didasarkan pada dua pilar utama, yaitu kompetensi dan integritas. Kompetensi mencakup aspek manajerial (POAC), kepemimpinan, hubungan antarmanusia, dan pengambilan keputusan.
“Integritas adalah harga mati, yang mencakup iktikad baik, rasa tanggung jawab, dan ketaatan pada aturan,” jelas Sadullah. Ia juga menekankan bahwa meski madrasah mengikuti kurikulum formal, nuansa kepesantrenan harus tetap menjadi kekuatan utama pendidikan di Darul Falah.
Direktur Pendidikan Darul Falah Cijati, H. Uman Jamaludin, M.Pd., menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pengabdian meski telah memasuki masa pensiun dari pemerintahan. Fokus utama ke depan adalah persiapan pembukaan MI Darul Falah, termasuk rekrutmen dan pelatihan guru di Istiqomah guna meningkatkan kapasitas SDM.
“Kami juga tengah berjuang keras menyempurnakan sarana prasarana fisik guna menunjang sistem pendidikan yang lebih berkualitas,” tambah Uman.
Acara ini turut dihadiri oleh Pengawas Madrasah, H. Budiharjo, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas RA, Lilis Maesaroh, S.Pd., sebagai bentuk sinergi antara yayasan dan pihak pengawas dalam menjaga mutu pendidikan di Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar