Majalengka (KEMENAG) – Mengisi kekhusyukan bulan suci Ramadan 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) rutin bertempat di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus motivasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam meningkatkan kualitas kinerja selama bulan puasa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., didampingi Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Turut serta jajaran Kepala Seksi di antaranya Kasi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., Kasi PAI, Dr. Drs. H. Faisal, M.Si., Kasi PD Pontren, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., serta Penyelenggara Zakat Wakaf, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag. Selain jajaran internal Kemenag, hadir pula Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., beserta seluruh pegawai dari kedua instansi tersebut.
Kultum pada kesempatan ini disampaikan oleh Faridah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Malausma. Dalam uraiannya, Faridah mengusung tema strategi meningkatkan produktivitas dan kualitas diri bagi ASN di tengah menjalankan ibadah puasa.
Dalam pemaparannya, Faridah menekankan pentingnya meluruskan niat agar setiap pekerjaan kantor tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan bernilai ibadah.
“Apabila kita niatkan dengan hati yang ikhlas untuk menjadi pelayan bagi masyarakat, terutama kita sebagai ASN di Kementerian Agama, maka hal tersebut akan menjadi nilai ibadah bagi kita. Sebagaimana sabda Rasulullah: ‘Innamal a’malu binniyat’ (Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya),” ujar Faridah di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa seharusnya menjadi instrumen pengendalian diri (self-control) yang efektif dalam bekerja. Nilai-nilai takwa yang dibentuk selama Ramadan dinilai sangat selaras dengan core values ASN yakni “BerAKHLAK”.
“Puasa adalah perisai bagi kita. Nilai-nilai tersebut sangat selaras dengan nilai BerAKHLAK bagi seorang ASN. Melalui momentum ini, diharapkan kita mampu melakukan transformasi diri menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi saja. Usai pelaksanaan kultum, suasana Masjid Al-Ikhlas berlanjut dengan gema ayat-ayat suci Al-Qur’an. Seluruh pegawai Kemenag dan Kemenhaj Majalengka langsung melaksanakan kegiatan tadarus bersama.
Untuk mengefektifkan kegiatan tersebut, para pegawai dibagi ke dalam 10 kelompok (grup) tadarus. Gerakan cinta Al-Qur’an ini menargetkan khatam 30 juz secara kolektif setiap tiga hari sekali selama bulan Ramadan. Sinergi antara siraman rohani melalui kultum dan pembiasaan tadarus ini diharapkan mampu menjaga ritme kerja ASN agar tetap produktif, disiplin, dan berintegritas.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar