Banjaran (Humas Kemenag Majalengja) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan memastikan keakuratan pelaksanaan ibadah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjaran melaksanakan pengukuran dan penetapan arah kiblat di Mushola Santri Putri Pondok Pesantren (Ponpes) Anharul Ulum Islamic Center Bin Baz 28 Majalengka. Kegiatan ini berlangsung di Blok Talaga Saat, Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, pada Kamis (8/1/2026).
Pondok pesantren yang dipimpin oleh Ustadz Fatkhurrokhman, Lc. tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas sarana ibadah, khususnya dalam memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian krusial dari sahnya ibadah salat bagi para santriwati.
Kedatangan tim KUA Banjaran disambut hangat oleh salah satu pengurus pesantren, Asep Abu Fadly, atau yang akrab disapa Aa. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan penjelasan mendalam mengenai kondisi geografis serta tata letak bangunan pesantren yang sedang dikembangkan.
Asep Abu Fadly menegaskan pentingnya akurasi ini bagi ketenangan ibadah di lingkungan pesantren.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kehadiran tim dari KUA Banjaran. Pengukuran ini sangat penting bagi kami untuk memberikan kepastian kepada para santri putri agar mereka dapat beribadah dengan hati yang mantap. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Mushola Santri Putri ini sejak awal sudah berdiri di atas koordinat yang benar sesuai kaidah syariat dan ilmu falak,” ujar Asep.
Kegiatan pengukuran dipimpin langsung oleh Kepala KUA Banjaran, Aang Kurniawan, S.Ag., didampingi oleh CPNS Penghulu Sofwan Farohi, S.Ag., M.Pd., yang merupakan alumni Fakultas Syariah Konsentrasi Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang.
Turut hadir mendampingi, Penyuluh Agama Islam bidang Kemasjidan (SIMAS), Yusuf Efendi Riana, S.Ag., Andri Mulyama, S.H., serta Aep Saepudin, S.H.I., penyuluh lokal asli Desa Sangiang.
Dalam prosesnya, tim menggunakan metode falakiyah berbasis hisab (perhitungan astronomi) yang diverifikasi melalui praktik lapangan secara presisi. Sofwan Farohi menjelaskan teknis penentuan tersebut secara mendetail.
“Dalam ilmu falak, arah kiblat ditentukan melalui hisab azimut kiblat, yaitu sudut arah Ka‘bah yang dihitung dari utara sejati (true north) searah jarum jam. Berdasarkan hasil perhitungan kami untuk koordinat lokasi di Desa Sangiang ini, arah kiblat berada pada sudut $295^\circ 00′ 18,66”$, yaitu mengarah ke Barat Laut,” jelas Sofwan Farohi.
Ia menambahkan bahwa selain hisab azimut, tim juga menggunakan metode azimut matahari dan bayangan untuk mendapatkan akurasi maksimal.
“Hari ini data astronomi menunjukkan azimut matahari berada di angka $142^\circ 57’$, sehingga arah bayangan benda tegak lurus berada pada azimut $322^\circ 57’$. Bayangan inilah yang kami jadikan acuan untuk menentukan utara sejati secara presisi. Kompas tidak bisa dipakai langsung karena menunjuk utara magnet, jadi harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan data matahari ini. Setelah sejajar utara sejati, barulah arah kiblat kita tetapkan,” tambahnya.
Sofwan menegaskan bahwa hasil ini telah memenuhi dua aspek utama: akurat secara ilmiah karena berbasis perhitungan astronomi, serta sah secara syar‘i karena memenuhi kewajiban menghadap arah Ka‘bah (jihah al-ka‘bah).
Kepala KUA Banjaran, Aang Kurniawan, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui KUA dalam memberikan pembinaan kemasjidan di wilayahnya.
“KUA hadir untuk memastikan umat dapat beribadah dengan tenang, yakin, dan sesuai tuntunan syariat. Pengukuran ini adalah bentuk pelayanan keagamaan yang profesional dan bertanggung jawab,” tegas Aang.
Usai pengukuran, kegiatan ditutup dengan silaturahmi di kantor yayasan yang memiliki arsitektur kayu jati estetik khas Yogyakarta. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi mendukung kekhusyukan ibadah dan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Anharul Ulum Islamic Center Bin Baz 28 Majalengka.
Kontributor: Andri Mulyana, S.H.



Komentar