Sindang (KEMENAG) – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) sekaligus Doa Bersama untuk Bangsa yang digelar di Pondok Mufidah Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Senin (23/2/2026).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sekitar 4.800 peserta. Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian serta pentingnya memperkuat persatuan nasional.
“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi ‘di tepi jurang’ akibat meningkatnya konflik geopolitik, perang dagang, polarisasi sosial, serta ancaman krisis pangan dan energi,” ujar Sigit di hadapan ribuan warga PUI.
Sigit mengingatkan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama pertumbuhan ekonomi. Beliau juga memberikan atensi khusus terhadap kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang menurutnya bak pisau bermata dua.
“AI dapat menjadi instrumen kemajuan, namun juga berpotensi digunakan untuk menyebarkan fitnah, hoaks, dan disinformasi yang merusak persatuan. Oleh sebab itu, literasi digital dan tanggung jawab moral harus diperkuat agar teknologi dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Terkait konteks demokrasi, Kapolri menyatakan bahwa penyampaian aspirasi adalah hal yang wajar selama dilakukan secara tertib. “Penyampaian aspirasi dan protes diperbolehkan sebagai bentuk koreksi atas kebijakan, namun harus dilakukan sesuai koridor hukum yang benar, tanpa terprovokasi atau diadu domba,” tambahnya.
Sigit mendorong PUI untuk terus meningkatkan perannya dalam tiga tingkatan: peran keummatan melalui dakwah, peran kebangsaan sebagai mitra strategis menjaga kondusivitas, serta peran peradaban dalam menyiapkan generasi unggul.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Syura PUI, KH. Nurhasan Zaidi, S.Sos.I., M.M., menekankan pentingnya energi ukhuwah kebangsaan dalam membangun negeri.
“Indonesia adalah bangsa besar yang tidak bisa diurus oleh satu atau dua organisasi saja. PUI siap ikut andil mengurus bangsa, terus berbenah, serta mendorong para guru PUI untuk berkiprah lebih luas,” tutur Nurhasan.
Ketua Umum PUI, H. Raizal Arifin, S.S., M.Sos., turut menyampaikan optimismenya terhadap masa depan organisasi. Saat ini, PUI merawat ribuan lembaga pendidikan dan jutaan warga di seluruh Indonesia.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas siswa dan santri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, serta menguatkan Gerakan Sekolah PUI ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Inspiratif) sebagai gerakan pendidikan tanpa perundungan,” jelas Raizal.
Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyambut hangat kehadiran orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut. Ia berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi kemajuan daerah.
“Kehadiran Bapak Kapolri diharapkan membawa nilai positif bagi kemajuan Majalengka yang lebih aman, damai, dan berkembang,” pungkas Eman sembari memperkenalkan potensi daerah Majalengka.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi Polri, di antaranya Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan. Hadir pula Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi serta Kepala Kantor Kemenag Majalengka Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd dan jajaran pengurus PUI Wilayah Jawa Barat dan Pengurus Daerah Majalengka.
Puncak Milad ke-108 ini menjadi momentum refleksi bagi PUI, organisasi yang lahir sejak masa perjuangan kemerdekaan, untuk terus bersinergi dengan ulama dan umara demi mewujudkan Indonesia yang kuat dan sejahtera.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar