Cikijing (Humas Kemenag Majalengka) – Memasuki puncak arus mudik Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Masjid Al-Atin yang berlokasi di Desa Banjaransari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, bertransformasi menjadi titik singgah utama. Masjid yang terletak di jalur strategis Majalengka Selatan ini resmi ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai Posko Ramah Pemudik.
Kehadiran posko ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi ribuan pemudik yang melintasi jalur Cikijing setelah menempuh perjalanan panjang. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Atin kini menjadi “oase” bagi para musafir yang membutuhkan istirahat di tengah padatnya arus lalu lintas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., meninjau langsung kesiapan personel dan fasilitas di posko tersebut, pada Ahad (28/12/2025).
Kehadiran orang nomor satu di Kemenag Majalengka tersebut disambut oleh Kepala KUA Kecamatan Banjaran, Aang Kurniawan, S.Ag., beserta jajaran penyuluh agama yang telah bersiaga sejak pagi hari.
Dalam arahannya, H. Agus Sutisna menekankan pentingnya soliditas antarpengawai Kemenag yang bertugas sebagai relawan.
“Saya meminta seluruh ASN Kementerian Agama untuk selalu menjaga kebersamaan. Dengan kerja sama yang solid, setiap tantangan di lapangan akan terselesaikan dengan mudah,” ujar Agus.
Ia juga berpesan agar para penyuluh agama bersinergi erat dengan pengurus DKM Masjid Al-Atin. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan yang prima, sehingga posko ini benar-benar menjadi penawar lelah yang menenangkan bagi para pemudik.
Sebelumnya, pada Sabtu (27/12), Kepala Seksi Bimas Islam, H. Sofyan Firdaus, SH., juga melakukan kunjungan serupa yang disambut oleh Kepala KUA Cikijing, Idi, S.Ag., M.A.P. Dalam kunjungannya, Sofyan memberikan apresiasi atas dedikasi dan kekompakan para ASN di lingkungan Kemenag Majalengka.
Menurut Sofyan, penunjukan Masjid Al-Atin sebagai Posko Ramah Pemudik bukanlah tanpa alasan. Masjid ini dinilai memenuhi kriteria standar pelayanan publik yang sangat baik, di antaranya:
- Sarana Ibadah: Ruang salat yang nyaman dan damai.
- Fasilitas Sanitasi: Tempat wudu dan toilet yang bersih dengan ketersediaan air jernih.
- Area Parkir: Halaman parkir yang luas untuk menampung kendaraan pemudik.
- Akses Kuliner: Tersedianya area belanja dan sajian kuliner di sekitar masjid untuk melepas lapar dan dahaga.
Operasional posko ini melibatkan kolaborasi relawan dari berbagai KUA dan Penyuluh Agama di wilayah sekitar, meliputi Kecamatan Cikijing, Cingambul, Talaga, Bantarujeg, Banjaran, hingga Lemahsugih. Sejak Rabu pekan lalu, para relawan secara bergiliran berjaga untuk memberikan layanan informasi dan bantuan bagi para pemudik.
Kehadiran Posko Ramah Pemudik di Masjid Al-Atin ini merupakan wujud nyata dari fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pelayanan umat. Lebih dari sekadar formalitas birokrasi, langkah ini menjadi bukti dedikasi Kementerian Agama dalam menghadirkan semangat keikhlasan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar