Majalengka (KEMENAG) – Memasuki hari ke-19 Ramadan 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menyelenggarakan kegiatan rutin keagamaan. Mengambil tempat di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka pada Senin (9/3/2026), kegiatan Kultum Ramadan kali ini menghadirkan Asepudin Mulyana, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Argapura sebagai pemateri utama.
Dalam uraiannya, Asepudin memaparkan tema menarik mengenai investasi ukhrawi bertajuk “Tiga Jenis Bisnis yang Tidak Pernah Merugi”. Ia menjelaskan bahwa berbeda dengan perniagaan dunia yang mengenal pasang surut, bisnis dengan Allah Swt. menjanjikan keuntungan abadi.
“Bisnis dengan Allah ini dijanjikan dalam Al-Qur’an sebagai ‘tijaaratan lan tabuur’, perniagaan yang tidak akan pernah merugi, untung terus, dan tidak pernah bangkrut,” ujar Asepudin di hadapan para jemaah.
Tiga pilar bisnis langit yang dimaksud meliputi konsistensi dalam membaca Al-Qur’an, mendirikan salat, serta gemar berinfak di jalan Allah baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Khusus mengenai Al-Qur’an, ia menekankan bahwa setiap huruf yang dibaca merupakan tabungan pahala yang melimpah, terlebih di bulan suci.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd. Turut hadir mendampingi sejumlah pejabat struktural, di antaranya Kasi Bimas Islam H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., Kasi PAI Dr. Drs. H. Faisal, M.Si., Kasi PD Pontren H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., Penyelenggara Zakat Wakaf Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.
Peserta kegiatan yang terdiri dari seluruh ASN Kemenag Majalengka dan Kemenhaj Majalengka tampak khidmat menyimak materi yang disampaikan. Atmosfer spiritual semakin kental saat kegiatan tidak berhenti pada kultum saja.
Selepas ceramah, seluruh pegawai Kemenag dan Kemenhaj langsung melanjutkan agenda dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Para pegawai dibagi ke dalam 10 grup tadarus dengan target yang cukup ambisius, yakni mengkhatamkan Al-Qur’an dalam kurun waktu tiga hari. Program ini diharapkan dapat memperkuat ikatan kekeluargaan antarpegawai sekaligus meningkatkan kualitas ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar