Berita Kemenag
Beranda » Berita » Kultum Ramadan Kemenag Majalengka: Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Kultum Ramadan Kemenag Majalengka: Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Majalengka (KEMENAG) – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) rutin di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan religius ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Majalengka. Tampak hadir di lokasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd.; Kasubag TU, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag.; Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; jajaran Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf (PZW), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Wildan, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cingambul, hadir sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya yang bertema “Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga”, ia mengupas tuntas keterangan mengenai Al-jannatu mustaaqotun ilaa arba’ati nafarin.

Dalam poin pertama, Wildan menekankan peran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Al-Qur’an merupakan pedoman dan tuntunan hidup bagi kita sebagai orang yang beriman. Membaca Al-Qur’an pun bernilai ibadah. Kelak di hari kiamat, Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada orang yang membacanya,” tuturnya.

KUA Bantarujeg Gelar Mini Camp: Perkuat Karakter Remaja Demi Fondasi Keluarga Sakinah

Melanjutkan poin kedua mengenai menjaga lisan (haafizhil lisan), ia memberikan analogi yang mendalam namun jenaka.

“Selamat dan celakanya seseorang bergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Sebab, ada perbedaan antara manusia dan hewan ketika mati. Hewan jika mati hanya berurusan dengan belatung secara fisik (bilatungan), sedangkan manusia akan menghadapi perhitungan amal (balitungan),” tegasnya di hadapan jamaah.

Pada poin ketiga dan keempat, ia menyoroti kepedulian sosial melalui zakat profesi bagi ASN serta tujuan akhir puasa yaitu ketakwaan. Wildan mengingatkan bahwa Allah tidak melihat kemegahan harta seperti mobil mewah atau luasnya sawah.

“Hanya melalui jalan takwa, manusia di hadapan Allah kelak akan mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan dunia serta akhirat. Orang yang berpuasa pasti akan dimasukkan ke dalam surga, tapi orang yang tidak berpuasa pasti akan masuk ke warung makan,” candanya yang disambut senyum para hadirin.

Nuansa religius di lingkungan Kemenag Majalengka tidak berhenti pada Kultum saja. Selepas ceramah, seluruh pegawai langsung melanjutkan agenda dengan tadarus Al-Qur’an bersama.

Penyuluh Agama KUA Malausma: Puasa Adalah Perisai dan Pengendali Produktivitas ASN

Untuk mencapai target yang maksimal, seluruh pegawai dibagi ke dalam 10 kelompok (grup). Dengan pembagian tugas membaca per juz, keluarga besar Kemenag Majalengka menargetkan dapat mencapai satu kali khatam Al-Qur’an dalam setiap 3 harinya. Gerakan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para ASN untuk tetap produktif bekerja sembari memperdalam amalan ibadah di bulan Ramadan.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

🌙 Menuju Idul Fitri 1447 H

0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik

Playlist Video Kemenag Majalengka