Majalengka (KEMENAG) – Mengisi keberkahan bulan suci Ramadan 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Kultum Ramadan yang bertempat di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag serta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., didampingi Kasubag TU Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Turut hadir jajaran pimpinan lainnya, di antaranya Kasi Bimas Islam H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., Kasi Penmad Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kasi PAI Dr. Drs. H. Faisal, M.Si., Kasi PD Pontren H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., Penyelenggara Zakat Wakaf Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., serta Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.
Tausiah pada kesempatan ini disampaikan oleh Mamah Salamah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Panyingkiran. Mengawali ceramahnya dengan gaya yang santun dan diselingi humor, Mamah Salamah mengupas tuntas kandungan Surat Fatir ayat 32 mengenai tiga golongan umat Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi petunjuk Allah.
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ (٣٢)
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”
Dalam uraiannya, Mamah Salamah menjelaskan bahwa manusia terbagi ke dalam tiga kelompok besar. Kelompok pertama adalah Zhalimul linafsih atau orang yang menzalimi diri sendiri.
“Golongan pertama yaitu zhalimul linafsih, orang yang menzalimi dirinya sendiri. Allah memerintahkan kita semua untuk berpuasa, tapi nyatanya ada saja orang yang tidak berpuasa; itulah bentuk menzalimi diri sendiri,” ujar Mamah Salamah di hadapan ratusan jemaah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban dengan memperbanyak tidur atau tidak menjaga lisan saat berpuasa.
Golongan kedua adalah Muqtashid atau kelompok pertengahan. Golongan ini digambarkan sebagai mereka yang hanya menjalankan kewajiban fardu namun mengabaikan amalan sunah.
“Yang seperti apa kelompok pertengahan itu? Yaitu mereka yang melaksanakan puasa tapi hanya puasa wajibnya saja, sementara puasa sunahnya tidak pernah dilakukan. Jika kita hanya melaksanakan yang fardu saja, apa bedanya dengan anak-anak yang baru belajar salat? Yuk, kita tambah dengan amalan-amalan sunah, apalagi sekarang di bulan Ramadan pahala dilipatgandakan,” ajaknya.
Terakhir, golongan yang paling utama adalah Sabiqum bil khairat, yaitu orang-orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan atas izin Allah. Mamah Salamah berharap seluruh keluarga besar Kemenag Majalengka dapat masuk ke dalam golongan ketiga ini, di mana timbangan kebaikannya jauh lebih berat daripada keburukannya.
Selepas kegiatan kultum, suasana religius di Kantor Kemenag Majalengka berlanjut dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama. Seluruh pegawai Kemenag dan Kemenhaj dibagi ke dalam 10 kelompok (grup) tadarus.
Kegiatan ini tidak sekadar membaca, namun memiliki target capaian yang terukur. Seluruh kelompok berkomitmen untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara kolektif dengan target khatam setiap tiga hari sekali selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membumikan Al-Qur’an di lingkungan kerja.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar