Banjaran, (KEMENAG) – Dalam upaya menyemarakkan program Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjaran melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat”. Kegiatan ini diselenggarakan di SMP Negeri 1 Banjaran pada Rabu (25/2/2026) dengan menyasar ratusan siswa serta dewan guru.
Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini bertujuan menegaskan peran KUA yang aktif, responsif, dan solutif. Melalui pelayanan “jemput bola”, KUA berupaya memberikan edukasi keluarga dan penguatan nilai keagamaan langsung di tengah masyarakat, terutama pada momentum bulan suci Ramadan.
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Banjaran, Nyai Ani Nuraeni, S.H., menekankan bahwa ibadah puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses esensial dalam pembinaan karakter dan penguatan ketahanan keluarga.
Dalam paparannya, ia menguraikan pentingnya membangun keluarga sakinah melalui penguatan nilai-nilai sakinah, pencegahan konflik keluarga sejak dini, peningkatan literasi hukum perkawinan, serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga.
“Puasa mengajarkan pengendalian diri, empati, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini adalah fondasi penting dalam membangun keluarga sakinah yang membawa maslahat bagi masyarakat,” ujar Nyai Ani di hadapan para siswa.
Ia juga menambahkan bahwa literasi hukum perkawinan perlu diperkenalkan sejak usia remaja. Hal ini bertujuan agar generasi muda memahami hak, kewajiban, serta memiliki kesiapan mental dan ekonomi sebelum memasuki jenjang rumah tangga di masa depan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara partisipatif. Para siswa diajak berdialog aktif dan merefleksikan peran mereka sebagai generasi penerus dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.
Kepala KUA Banjaran Aang Kurniawan, S.Ag. menegaskan bahwa program The Most KUA merupakan bagian dari transformasi layanan instansinya agar lebih proaktif menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar.
“KUA tidak hanya hadir saat pencatatan nikah semata, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi dan pembinaan keluarga sejak dini,” tegasnya.
Melalui sinergi antara KUA, sekolah, dan masyarakat, diharapkan nilai-nilai Ramadan dapat berdampak nyata pada penguatan institusi keluarga dan ketahanan sosial. Langkah ini menjadi kunci untuk mewujudkan generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki daya saing tinggi.



Komentar