Majalengka (KEMENAG) – Momentum sakral terjadi di Kompleks Yayasan Darul Falah Cijati, Majalengka, pada Sabtu (28/2/2026). Di tengah suasana bulan suci Ramadan, dilaksanakan acara Pelantikan Kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul Falah Cijati, serta Kepala Raudhatul Athfal (RA) dan Kober Siti Fatimah. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., yang sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan komprehensif bagi para tenaga pendidik.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan yayasan dan pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Ketua Yayasan Darul Falah KH. Dedi Ruhaedi, S.Ag., Ketua Pembina Yayasan Ir. H. Sadullah Muhdi, M.BA., Direktur Pendidikan H. Uman Jamaludin, M.Pd., serta Pengawas Madrasah H. Budiharjo, M.Pd., dan Pengawas RA Lilis Maesaroh, S.Pd.
Dalam sambutannya, H. Agus Sutisna menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada seluruh keluarga besar Darul Falah Cijati. Ia berharap para pemimpin baru yang dilantik mampu membawa inovasi bagi perkembangan madrasah ke depan. Secara khusus, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada H. Uman Jamaludin atas dedikasi dan inovasinya selama lebih dari sepuluh tahun mengabdi di Madrasah Aliyah Darul Falah Cijati.
”Alhamdulillah, Allah memberikan keberkahan. Saya berharap dengan nakhoda baru, Darul Falah memiliki inovasi untuk perkembangan ke depan,” ujar Agus.
Kepala Kantor Kemenag Majalengka memberikan penekanan khusus mengenai kewajiban dan kompetensi guru di era modern. Ia menegaskan bahwa tenaga pendidik minimal harus memiliki kualifikasi akademik S-1 sebagai pintu gerbang profesionalisme dan sertifikasi.
Lebih lanjut, Agus menguraikan empat kompetensi inti yang wajib dimiliki guru:
- Kompetensi Pedagogik: Kemampuan mengelola pembelajaran, mulai dari perencanaan hingga evaluasi hasil belajar.
- Kompetensi Kepribadian: Memiliki kepribadian yang mantap dan kepercayaan diri yang tinggi dalam mendidik.
- Kompetensi Profesional: Penguasaan materi pembelajaran secara mendalam.
- Kompetensi Sosial: Kemampuan bergaul dan berbakti kepada masyarakat, terutama bagi lembaga pendidikan swasta.
Agus juga mengingatkan para guru agar tidak kalah oleh fenomena “Google”. Ia menekankan bahwa meskipun teknologi informasi memberikan kemudahan akses data, ada satu hal yang tidak dimiliki mesin namun dimiliki oleh guru, yaitu doa dan keberkahan bagi siswa.
”Guru, kiai, dan ulama memiliki keberkahan besar karena mereka mendoakan siswa-siswanya. Hal ini yang tidak akan pernah dilakukan oleh Google,” tegasnya di hadapan para hadirin.
Dalam pengarahannya, ia juga memaparkan data pendidikan di Kabupaten Majalengka, di mana saat ini terdapat 302 lembaga RA, 88 MI, 90 MTs, dan 40 MA dengan jumlah siswa semua jenjang sebanyak 50.012 orang. Ia mendorong penguatan literasi agama, seperti program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), agar menjadi standar bagi para calon Kepala Madrasah di lingkungan pondok pesantren.
Menutup sambutannya, Agus memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik dan berharap Yayasan Darul Falah Cijati terus bersinergi dengan Kementerian Agama untuk mencetak generasi yang unggul dan berakhlakul karimah.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Darul Falah Cijati, KH. Dedi Ruhaedi, S.Ag. Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan, pejabat yang dilantik untuk masa bakti 2026–2030 adalah Saudari Nani Warnasari, M.Pd. sebagai Kepala MA Darul Falah menggantikan H. Uman Jamaludin, M.Pd. yang memasuki masa pensiun, Saudari Devi Siti Fauziah, S.Pd.I. sebagai Kepala RA Siti Fatimah menggantikan Alfi Fadhilah Madani, S.Pd., dan Saudari Dede Kholidah sebagai Ketua Penyelenggara Kober Siti Fatimah menggantikan Alfi Fadhilah Madani, S.Pd.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar