Majalengka (KEMENAG) – Menghadapi dinamika pelayanan keagamaan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar Rapat Dinas Tetap (Radintap) di Aula Bimas Islam pada Rabu (11/03/2026). Forum strategis ini menjadi ajang koordinasi bagi seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Majalengka untuk memastikan transformasi layanan umat berjalan optimal.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., yang memimpin langsung rapat tersebut, menekankan bahwa KUA adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dan responsivitas aparatur menjadi harga mati dalam memberikan pelayanan prima.
Salah satu agenda utama yang ditekankan adalah percepatan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Mengingat bulan Syawal secara tradisi selalu diwarnai dengan lonjakan angka pernikahan, Kemenag Majalengka mengambil langkah antisipatif agar para Calon Pengantin (Catin) tidak sekadar mengejar administrasi, tetapi juga kesiapan mental dan pengetahuan.
“Pelaksanaan Bimwin harus segera direalisasikan dan dioptimalkan sejak saat ini. Hal ini merupakan langkah antisipasi yang sangat penting mengingat tingginya lonjakan angka pendaftaran nikah yang secara tradisi selalu terjadi pada bulan Syawal. Kita ingin memastikan setiap Catin tidak hanya mendapatkan buku nikah, tetapi juga bekal ilmu yang cukup untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta berkontribusi dalam program nasional pencegahan stunting,” tegas Sofyan di hadapan para Kepala KUA.
Tak hanya urusan domestik keluarga, Kemenag Majalengka juga memperluas cakupan kepedulian sosialnya melalui program “Masjid Ramah Pemudik”. Sebagai wilayah yang menjadi titik transit dan jalur perlintasan utama, masjid-masjid di Majalengka diharapkan mampu bertransformasi menjadi oase bagi para musafir.
Sofyan menginstruksikan para Kepala KUA untuk bergerak aktif melakukan supervisi ke lapangan, berkoordinasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di jalur-jalur utama. Fokusnya adalah memastikan ketersediaan air bersih, kebersihan toilet, serta area istirahat yang layak bagi pemudik yang tengah menempuh perjalanan jauh.
Menutup arahannya, Sofyan memberikan catatan khusus mengenai etos kerja selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa menjalankan ibadah puasa bukan menjadi alasan bagi aparatur sipil di lingkungan KUA untuk menurunkan ritme kinerja. Sebaliknya, Ramadan harus menjadi manifestasi dari pelayanan prima (Service Excellence).
Aspek kedisiplinan, mulai dari ketepatan waktu operasional hingga keramahan dalam konsultasi keagamaan, tetap menjadi indikator utama keberhasilan layanan. Dengan langkah cepat dan implementasi nyata hasil Radintap Maret 2026 ini, Kemenag Majalengka optimis dapat mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar