Berita Kemenag
Beranda » Berita » Kemenag Majalengka Gelar Kajian Al-Hikam: Hikmah di Balik Ketersembunyian Para Wali Allah

Kemenag Majalengka Gelar Kajian Al-Hikam: Hikmah di Balik Ketersembunyian Para Wali Allah

Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menggelar kajian rutin Kitab Al-Hikam di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka pada Senin pagi (15/12/2025). Kegiatan yang dilaksanakan usai apel pagi ini diikuti oleh para pejabat dan seluruh pegawai Kemenag Majalengka dengan khidmat.

Kajian kali ini dipandu langsung oleh Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., yang fokus membahas tiga hikmah penting dari kitab karya Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari, terutama mengenai rahasia ketersembunyian para kekasih Allah (wali) dan adab bergaul.

H. Ojun Rojun mengawali kajian dengan membahas Hikmah ke-165:

سُبْحَانَ مَنْ لَمْ يَجْعَلِ الدَّلِيلَ عَلَى أَوْلِيَائِهِ إِلَّا مِنْ حَيْثُ الدَّلِيلُ عَلَيْهِ ! ، وَلَمْ يُوْصِلْ إِلَيْهِمْ إِلَّا مَنْ أَرَادَ أَنْ يُوْصِلَهُ إِلَيْهِ

Yang artinya, “Maha suci Allah SWT yang tidak menjadikan petunjuk akan adanya wali-wali-Nya, kecuali dari jalan penunjuk kepada-Nya. Dan Allah SWT tidak menyampaikan kepada mereka kecuali kepada orang yang Dia kehendaki untuk sampai kepada-Nya.”

KUA Bantarujeg Gelar Mini Camp: Perkuat Karakter Remaja Demi Fondasi Keluarga Sakinah

Menurut Ojun, hikmah ini menjelaskan bahwa Allah SWT tidak memberikan tanda-tanda khusus atau penampakan yang jelas mengenai siapa saja wali-Nya. Kekhususan dan kemuliaan para wali sengaja ditutupi agar mereka tidak menjadi ajang kesombongan dan tidak dikenal karena kewaliannya semata, melainkan karena kebaikannya.

“Secara lahiriah, para wali itu tampak seperti orang biasa-biasa saja, bahkan bisa jadi profesi mereka sederhana, seperti pedagang atau pekerja biasa, atau bahkan orang yang dicemooh karena kemiskinannya. Ketersembunyian ini adalah upaya Allah untuk menjaga kemuliaan diri mereka,” jelas Ojun.

Pembahasan kemudian menyentuh aspek bagaimana seseorang dapat didekatkan kepada para wali Allah. Kunci utamanya adalah keinginan hati untuk mendekat kepada Allah SWT.

“Apabila Allah mencintai seseorang dan menghendaki orang itu dekat dengan-Nya, maka Allah akan menunjukkan petunjuk (Inayah) agar orang tersebut bergaul dan bermuwajasah (berjumpa) dengan wali-wali-Nya,” katanya.

Ojun mengutip perkataan Imam Syafi’i mengenai adab pergaulan: “Janganlah engkau bertanya tentang seseorang, tapi bertanyalah tentang temannya. Sesungguhnya teman itu akan mengikuti temannya.”

Penyuluh Agama KUA Malausma: Puasa Adalah Perisai dan Pengendali Produktivitas ASN

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan ulama. Hal ini sejalan dengan tiga musibah (bala) yang disebutkan dalam Kitab Naṣā’iḥul-‘Ibād bagi orang yang enggan bergaul dengan ahli ilmu diantaranya: tidak ada keberkahan dalam usahanya (kasab), dikuasai oleh pemimpin yang zalim, dan lebih mengutamakan urusan duniawi.

Terakhir, kajian membahas Hikmah ke-157:
رُبَّمَا أَطْلَعَكَ عَلَى غَيْبِ مَلَكُوتِهِ ، وَحَجَبَ عَنْكَ الْاسْتِشْرَافَ عَلَى أَسْرَارِ الْعِبَادِ

Yang berarti, “Mungkin saja Allah SWT memperlihatkan kepadamu alam Malakut yang gaib dan Allah SWT menutupimu dari melihat rahasia hamba-hamba-Nya.”
Menurut Ojun, meskipun Allah mampu memperlihatkan alam gaib (Malakut) seperti surga, neraka, atau Arsy, Allah justru memilih menutupi rahasia keburukan hati setiap hamba-Nya.

“Inilah bukti kelembutan dan kasih sayang Allah (sifat Raḥmān) yang Maha Luas. Kita tidak bisa melihat apakah hati seseorang bersih atau kotor, apakah ia beriman atau tidak. Kalau kita dapat melihat isi hati setiap orang, niscaya akan terjadi kehancuran dan malapetaka dalam pergaulan, bahkan kita bisa membenci sahabat dan saudara kita sendiri,” paparnya.

Dengan ditutupnya rahasia hati, umat manusia didorong untuk tetap berbaik sangka dan menutup aib orang lain, sesuai tuntunan agama, sehingga kasih sayang tetap dapat terjalin di antara sesama.

Estafet Kepemimpinan MAN 2 Majalengka: Yayan Ristaman Jaya Serahkan Jabatan kepada H. Dodo Sunandi

Kajian ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh pegawai Kemenag Majalengka senantiasa didekatkan kepada orang-orang pilihan Allah dan dijadikan hamba-hamba terbaik.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

🌙 Menuju Idul Fitri 1447 H

0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik

Playlist Video Kemenag Majalengka