Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menyelenggarakan Apel Kesadaran Nasional yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulannya. Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Kemenag Majalengka pada Rabu (17/12/2025) ini dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., jajaran Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, serta Kepala KUA Kecamatan Majalengka. Apel ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Majalengka dan pegawai KUA Kecamatan Majalengka.
Dalam arahannya, H. Heru Hoerudin menekankan bahwa apel ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk memperkuat kesetiaan tertinggi terhadap bangsa dan negara. Beliau juga memberikan apresiasi atas suksesnya berbagai rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag di tingkat Kabupaten Majalengka.
“Perlu kami ingatkan kembali sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar, penulisan yang tepat adalah Hari Amal Bakti, tanpa menggunakan huruf ‘H’ pada kata ‘Amal’. Hal ini penting untuk kita perhatikan dalam setiap persuratan dinas,” ujar Heru.
Menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dibuka oleh Menteri Agama, Heru menyampaikan dua poin kebijakan strategis. Pertama adalah penguatan moderasi beragama melalui sistem peringatan dini (Early Warning System).
“Seluruh aparatur Kemenag harus menjadi mata dan telinga negara. Kita wajib melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik horizontal, baik konflik keagamaan maupun sosial. Jangan sampai pegawai Kemenag justru menjadi pemicu, kita harus menjadi pemberi solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Poin kedua yang menjadi sorotan adalah implementasi konsep Eko-Teologi. Kebijakan ini mewajibkan seluruh pegawai untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan mulai dari unit kerja terkecil. Heru menginstruksikan adanya pemilahan sampah organik dan anorganik di area kantor, serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
“Kita harus membiasakan perilaku ramah lingkungan, seperti membawa botol minum sendiri (tumbler) dan tidak membuang sampah sembarangan. Ini adalah bagian dari akhlak yang harus menjadi kesadaran reflektif bagi kita semua,” tambahnya.
Menjelang akhir arahan, Heru mengajak seluruh jajaran untuk menyukseskan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia menginstruksikan panitia untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk melibatkan mahasiswa dari STAI, STAPIN, FKUB, dan organisasi kepemudaan lainnya.
Sebagai penutup Heru menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta apel.
“Mudah-mudahan di momen Kesadaran Nasional ini, betul-betul kita memiliki kesadaran yang sangat mendalam dari lubuk hati kita dalam melaksanakan kesetiaan kita terhadap bangsa dan negara, yang direfleksikan dalam bentuk bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dengan sebaik-baiknya,” pungkas Heru.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar