Majalengka (KEMENAG) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Dauroh Lughah Arabiyah yang digelar atas kolaborasi Lembaga Kursus Daar El Lughoh El ’Arabiyah dan Santri Pedia. Kegiatan yang yang bertempat di Madrasah Aliyah Daarul Uluum PUI Majalengka dan ditutup pada Jumat (23/1/2026) di Gedung Bapermin PUI Majalengka yang diikuti oleh 67 siswa kelas 10 dan 11 MA Daarul Uluum PUI Majalengka.
Hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MA Daarul Uluum atas inisiatif menghadirkan metode pembelajaran bahasa yang progresif.
Dalam sambutannya, Hj. Euis Damayanti menekankan bahwa madrasah saat ini dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
”Kami memberikan apresiasi yang luar biasa atas pelaksanaan Dauroh Lughah Arabiyah ini. Saat ini, penting bagi kita semua menyadari pentingnya diversifikasi madrasah; setiap madrasah harus memiliki keunggulan masing-masing sebagai ciri khas dan daya tarik. Inovasi adalah kunci utama untuk meningkatkan mutu dan daya saing di tengah kompetisi global,” tegas Euis.
Lebih lanjut, ia mendorong MA Daarul Uluum PUI Majalengka untuk melakukan terobosan konkret dalam kurikulum pembelajaran dengan mengadopsi sistem dua bahasa.
”Kami mendorong MA Daarul Uluum untuk segera memiliki kelas bilingual, yaitu kelas yang bahasa pengantar pembelajarannya menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Jika program ini berhasil konsisten, kami yakin kualitas lulusan madrasah kita akan mampu bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MA Daarul Uluum PUI Majalengka, Illisya Prihatin Indriani, M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan Kemenag dan suksesnya acara ini. Menurutnya, metode yang dibawakan oleh tim Daar El Lughoh sangat komunikatif karena menyertakan materi Muhadatsah (percakapan), Ta’bir (ekspresi), hingga Ughniyah (lagu-lagu).
”Metode ini membuktikan bahwa bahasa Arab bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan, bukan lagi pelajaran yang menakutkan bagi santri,” ungkap Illisya.
Acara ini juga dihadiri oleh Pengawas Madrasah, Yoyoh Adewiyah, M.Ag., yang turut menyatakan dukungannya agar program semacam ini menjadi agenda berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, Mudiroh Daar El Lughoh dan Founder Santri Pedia berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an sekaligus membekali mereka dengan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar