Sukahaji (KEMENAG) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., secara resmi membuka sekaligus memberikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 1 ini diselenggarakan di MIS Sukahaji pada Kamis (5/2/2026).
Bimtek yang mengusung tema “Mewujudkan Cinta dalam Ruh Pendidikan” ini diikuti oleh 119 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan guru. Tercatat sebanyak 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) berpartisipasi dalam agenda ini, di antaranya MIN 1 Majalengka, MIS PUI Kapur, MIS Miftahul Jannah, MIS Sukahaji, MIS Cipancar, MIS KMI Tanjungsari, MIS PUI Cikalong, MIS Miftahul Ulum Rajagaluh, MIS Baeturrahman, MIS Tunas Bangsa, MIS Ujung Berung, dan MIS Al-Manar Jatiwangi.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Fiqri Abdul Aziz, S.Pd.I., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kemandirian dan semangat kolektif madrasah. Ia menjelaskan bahwa seluruh operasional kegiatan bersumber dari swadaya madrasah-madrasah yang tergabung dalam KKMI 1.
“Kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan kita di KKMI 1. Kami menyadari bahwa tantangan pendidikan ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan. Melalui bimtek swadaya ini, kami berharap para pendidik mendapatkan pemahaman mendalam serta penguatan spiritualitas dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Fiqri.
Sementara itu, Kasi Penmad Hj. Euis Damayanti dalam sambutan pembukaannya memberikan himbauan strategis agar seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA, terus bersinergi dan bahu-membahu dalam memajukan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majalengka.
Memasuki sesi inti, Euis mengajak seluruh peserta untuk melakukan relaksasi dan perenungan diri (muhasabah). Ia menekankan pentingnya mencintai diri sendiri sebagai fondasi utama sebelum memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa.
“Sebelum kita memberikan energi positif kepada orang lain, maka kita harus memilikinya terlebih dahulu. Saya ingin kita sama-sama memberikan hadiah untuk diri sendiri dengan Al-Fatihah dan menyalurkan energi positif ke dalam jiwa kita,” tutur Euis dengan khidmat.
Dalam pemaparan materinya, Euis menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam seluruh nadi pendidikan di madrasah. Hal ini mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembentukan budaya dan iklim lingkungan madrasah.
“Integrasikan panca cinta dalam setiap mata pelajaran,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.
Lebih lanjut, ia membedah konsep pola 5-5-5 dalam KBC sebagai pendekatan strategis untuk membangun sistem pendidikan yang berlandaskan nilai kasih sayang, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
Kegiatan ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Pengawas Pembina Madrasah, Dedi Jubaedi, S.Ag., serta JFU Seksi Pendidikan Madrasah, H. Aip Syarif Hidayatullah, M.Pd. Melalui bimtek ini, KKMI 1 diharapkan mampu menjadi pionir dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata guna mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan lembut secara hati.
Kontributor : Dwi Winarti



Komentar