Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., memberikan arahan mendalam pada kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahunan MTsN 6 Majalengka, Kamis (20/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Euis menekankan pentingnya budaya “Madrasah Asri” dan menyoroti perlunya seluruh staf menjadi bawahan yang potensial, kritis, dan loyal untuk kemajuan madrasah.
Kegiatan PKKM yang berlangsung di MTsN 6 Majalengka ini turut dihadiri oleh Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhammad Darda, S.Pd., serta Tim Penilai dari Pengawas Madrasah, Hj. Siti Evi Alivia, S.Ag., dan H. Saeful Uyun, S.Ag.
Euis membahas secara spesifik mengenai empat jenis tipe bawahan yang ada dalam sebuah lembaga, diantaranya:
Tipe Pertama (Nurut Terus): Bawahan yang dari awal sampai akhir selalu patuh (nurut) pada pimpinan, selalu memuji, dan selalu “iya” terhadap apapun perintah pimpinan.
Tipe Kedua (Menentang): Bawahan yang dari awal sampai akhir selalu menentang, tidak peduli baik atau buruknya kebijakan pimpinan, serta menghasut yang lain.
Tipe Ketiga (Cuek): Bawahan yang bersikap cuek, tidak peduli siapa pun pimpinannya, karena merasa gaji dan tunjangan akan tetap sama.
Tipe Keempat (Potensial): Bawahan yang pada awalnya skeptis, meragui, dan mempertanyakan gagasan pimpinan baru. Namun, jika pimpinan terbukti baik, memiliki ide cemerlang, disiplin, dan berkarakter, bawahan tipe ini akan berubah menjadi sekutu yang loyal, berdedikasi, dan tetap berani mengkritik jika pimpinan berbuat salah.
Kasi Penmad menegaskan bahwa tipe keempat (Potensial) ini merupakan sosok yang sangat didambakan oleh setiap Kepala Madrasah. Euis juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk menyadari bahwa merekalah pemilik sesungguhnya madrasah, dan kepala madrasah hanyalah “sopir” yang datang dan pergi.
Selain itu, Kasi Penmad juga menyinggung kembali program Madrasah Asri yang kini didengungkan oleh Kementerian Agama, menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan gerakan yang telah lama dicanangkan, yaitu GPBLHS (Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah).
“Gerakan ini bukan sekadar mengejar piala Adiwiyata sebagai penghargaan,” tegasnya, “tetapi bagaimana membentuk karakter dan kebiasaan (habbit) kita, seperti tidak membuang sampah sembarangan.” Ia menyatakan kegembiraannya melihat MTsN 6 Majalengka di bawah kepemimpinan Muhammad Darda sudah menunjukkan perubahan signifikan, termasuk adanya kebun sayur seperti cabai dan timun Jepang.
Euis mengingatkan agar madrasah tidak ragu untuk melakukan “Madrasah Branding” (pamer) melalui media sosial. “Zaman sekarang, sombong dan pamer itu penting untuk mempromosikan kebaikan madrasah,” ujar Euis, sambil meminta seluruh jajaran guru untuk memotret dan mem-posting kegiatan dan keasrian madrasah untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Terkait pelaksanaan PKKM, Hj. Euis Damayanti berpesan agar penilaian ini tidak dianggap sebagai kegiatan seremonial semata.
“Penilaian harus menjadi awal dari perbaikan ke depannya,” pesannya. “Kami meminta tim penilai tidak hanya memberikan skor, tetapi juga menyampaikan umpan balik (feedback) yang jelas mengenai kekurangan dan langkah perbaikan yang harus dilakukan.”
Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhammad Darda, S.Pd., menyambut baik arahan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas bimbingan yang diberikan. Kegiatan PKKM ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kinerja, prestasi, dan kualitas lingkungan di MTsN 6 Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar