Humas Kemenag Majalengka – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Dudu Rohman, M.Si, memimpin rapat koordinasi bersama segenap Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Cirebon, Rabu (12/11/2025).
Dalam pertemuan strategis tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, M.Pd, dan Kabid Pendidikan Madrasah, Drs. H. Usep Saefudin Muhtar, M.Pd. Kakanwil menyampaikan sejumlah arahan penting, berfokus pada tiga agenda utama: penguatan harmoni beragama, reformasi birokrasi, dan peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Mengawali arahannya, H. Dudu Rohman mengajak seluruh satuan kerja (satker) di lingkungan Kemenag Jawa Barat untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan Kemah Harmoni Beragama. Ia menekankan bahwa acara ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat nilai-nilai kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Jawa Barat.
“Kegiatan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, sehingga menjadi sangat penting bagi kita semua,” ujarnya.
Fokus utama kedua adalah percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Kakanwil menyoroti fakta bahwa hingga saat ini, belum ada satu pun satker Kemenag di Jawa Barat yang berhasil meraih predikat ZI.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran untuk mewujudkan hal tersebut. “Kami berharap pada tahun 2026 sudah ada satker di Jawa Barat yang berhasil meraih predikat Zona Integritas,” tegas Dudu.
Di bidang pendidikan, Kakanwil mendorong realisasi madrasah unggulan di Jawa Barat yang dapat menjadi model dan pusat keunggulan. Ia mencontohkan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) sebagai standar rujukan nasional yang harus dicapai.
“Jawa Barat seharusnya memiliki madrasah unggulan seperti MAN IC yang dapat menjadi rujukan dalam inovasi, prestasi, dan penguatan karakter peserta didik,” jelasnya. Ia meminta agar ke depan, satker terkait dapat memunculkan madrasah-madrasah unggulan baru di Jawa Barat.
Menutup arahannya, Dudu juga berpesan agar setiap permasalahan, termasuk pengaduan masyarakat (dumas), dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana di tingkat daerah. Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah di level kabupaten/kota agar tidak berkembang hingga ke tingkat provinsi, apalagi pusat.
Kontributor : Endang Mu’min/Taupik Hidayat



Komentar