Majalengka (KEMENAG) – Siapa sangka, langkah kaki pagi hari di Lapangan GGM (8/2/2026) berujung pada sujud syukur yang mendalam. Bagi Iik Ikhlasyiah, seorang guru di RA Baiturrahman Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh, mengikuti Gerak Jalan Sehat Hari Jadi Majalengka ke-186 awalnya hanyalah bentuk partisipasi sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama.
Namun, saat Bupati Majalengka menyebutkan nomor undian hadiah utama, riuh tepuk tangan langsung pecah. Satu unit sepeda motor resmi menjadi milik guru yang dikenal gigih mendidik anak-anak usia dini di wilayah Rajagaluh ini.
Saat ditemui setelah penyerahan hadiah secara simbolis, Iik tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya. Baginya, hadiah ini bukan sekadar keberuntungan undian, melainkan “hadiah langit” atas pengabdiannya di dunia pendidikan.
”Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka. Niatnya hanya ingin silaturahmi dan ikut memeriahkan hari jadi kabupaten kita tercinta bersama teman-teman guru lainnya. Ternyata Allah memberikan rezeki luar biasa ini,” ungkap Iik dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., yang turut menyaksikan momen tersebut, merasa bangga bahwa hadiah utama jatuh ke tangan salah satu pejuang pendidikan di bawah naungan Kemenag.
”Ini adalah berkah. Ibu Iik adalah representasi dari ribuan guru madrasah dan RA di Majalengka yang setiap hari melangkah dengan ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga motor ini menjadi penunjang semangat beliau dalam menjalankan tugas mulia mengajar di desa,” ujar Agus.
Sesuai dengan tema hari jadi tahun ini, “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi, dan Inovasi”, kisah Iik menjadi bumbu manis di tengah kemeriahan acara. Keberuntungannya seolah menjadi pesan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus, suatu saat akan membuahkan hasil yang tak terduga.
Kini, motor baru tersebut siap menemani perjalanan Iik menyusuri jalanan Desa Kumbung menuju RA Baiturrahman, membawa semangat baru untuk terus mencetak generasi emas Majalengka yang Langkung Sae.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar