Berita Daerah MTsN
Beranda » Berita » Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, MTsN 13 Majalengka Gelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, MTsN 13 Majalengka Gelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta

Majalengka (KEMENAG) – Upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis terus dilakukan oleh MTsN 13 Majalengka. Madrasah tersebut menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di lingkungan MTsN 13 Majalengka pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru mengenai paradigma baru dalam proses pembelajaran yang mengedepankan aspek afektif dan keteladanan.

Kepala MTsN 13 Majalengka, Drs. H. Sutisno, M.Pd.I., saat membuka kegiatan secara resmi, menekankan bahwa pendidikan di madrasah harus melampaui sekadar transfer pengetahuan akademik. Menurutnya, pendekatan berbasis cinta adalah kunci dalam membentuk karakter peserta didik yang kokoh.

“Pendidikan bukan sekadar mengejar angka atau capaian akademik semata. Kita harus menghadirkan ruh kasih sayang dan keteladanan dalam setiap interaksi di kelas. Ketika guru mengajar dengan cinta, maka pesan moral dan ilmu yang disampaikan akan lebih mudah meresap ke dalam jiwa peserta didik, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” tegas Sutisno dalam sambutannya.

Selanjutnya, kegiatan inti menghadirkan Asep Saepul Hidayat, S.Ag., sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Tatang Abdul Fatah, S.Pd.I., selaku moderator. Dalam pemaparannya, narasumber membedah secara komprehensif implementasi kurikulum yang berpusat pada pengembangan potensi siswa melalui pendekatan emosional yang positif.

Dharma Wanita Persatuan Kemenag Majalengka Gelar Program “DWP Mengajar” di MTsN 14 Majalengka

Asep menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menuntut perubahan pola pikir guru dalam merancang skenario pembelajaran.

“Inti dari kurikulum ini adalah bagaimana kita memanusiakan manusia dalam ruang kelas. Dalam perencanaan pembelajaran, guru tidak boleh lagi kaku. Kita harus mulai menyusun desain instruksional yang mengakomodasi kebutuhan emosional siswa. Saya tekankan kepada Bapak dan Ibu guru, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mampu menjawab tantangan karakter siswa secara individual, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif,” ujar Asep di sela-sela paparannya.

Materi yang disampaikan dalam sesi ini meliputi pemahaman fundamental Kurikulum Berbasis Cinta, teknik perencanaan pembelajaran kreatif, penyusunan perangkat ajar yang integratif, serta mekanisme pengumpulan dan evaluasi hasil perencanaan pembelajaran.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya sesi. Diskusi interaktif dan sesi praktik penyusunan perangkat pembelajaran menjadi agenda yang paling menyedot perhatian, di mana guru dilatih untuk langsung mengaplikasikan konsep tersebut ke dalam modul ajar masing-masing.

Melalui diseminasi ini, diharapkan seluruh guru MTsN 13 Majalengka mampu mengintegrasikan nilai-nilai empati dan kepedulian secara konkret. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator terciptanya lingkungan pendidikan yang nyaman dan humanis, yang pada akhirnya akan mencetak lulusan unggul yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan karakter.

Peringati Hari Kesadaran Nasional dan 1 Muharam, Kemenag Majalengka Gaungkan Semangat Hijrah dan Peningkatan Layanan Umat

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *