Rajagaluh (KEMENAG) – Menjelang hari raya Idul Adha 1447 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Amaliyyah mengambil langkah proaktif dengan menggelar rapat koordinasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI). Kegiatan yang dipusatkan di serambi Masjid Nurul Amaliyyah ini bertujuan untuk mematangkan teknis pelaksanaan peringatan hari besar, dengan fokus utama pada agenda takbir keliling.
Hadir langsung dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rajagaluh, H. Cece Moh. Ihya, S.Ag., bersama jajaran pengurus DKM, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda setempat.
Ketua DKM Masjid Nurul Amaliyyah, Abdulah Umar, S.Pd.I., saat memimpin jalannya rapat menekankan pentingnya manajemen kegiatan yang terukur. Menurutnya, takbir keliling bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan manifestasi syiar Islam yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.
“Kami menginginkan perayaan tahun ini menjadi sarana syiar yang mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Fokus utama kami adalah memastikan rute yang dilalui tetap aman dan tidak mengganggu kenyamanan publik. Kegembiraan menyambut Idul Adha harus berjalan selaras dengan kekhusyukan ibadah itu sendiri,” tegas Abdulah Umar dalam arahannya.
Kepala KUA Rajagaluh, H. Cece Moh. Ihya, menyambut positif kesiapan pengurus DKM. Dalam sambutannya, ia memberikan catatan penting mengenai aspek hukum formal dan moral dalam pelaksanaan takbir keliling di tengah masyarakat.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada DKM Masjid Nurul Amaliyyah yang telah menginisiasi koordinasi ini lebih awal. Saya berpesan agar pelaksanaan takbir keliling nanti dilakukan secara tertib dan santun. Hindari hal-hal yang bersifat hura-hura yang berlebihan,” ujar Cece.
Ia juga menambahkan bahwa esensi dari takbir adalah mengagungkan nama Allah SWT, sehingga pelaksanaannya harus tetap merujuk pada tuntunan yang ada.
“Mari kita jadikan momentum Idul Adha 1447 H ini sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah di lingkungan Rajagaluh. Dengan koordinasi yang baik bersama pihak berwenang, kita tunjukkan bahwa syiar Islam itu indah, damai, dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Berdasarkan hasil musyawarah, terdapat tiga poin utama yang menjadi kesepakatan dalam menyongsong hari raya kurban mendatang:
- Pemetaan Rute: Jalur takbir keliling akan difokuskan melintasi lingkungan sekitar dengan pengawalan ketat dari unsur pemuda dan tokoh masyarakat guna meminimalisir kemacetan.
- Partisipasi Inklusif: Melibatkan remaja masjid, santri, dan masyarakat umum untuk memperkuat rasa kebersamaan.
- Sinergi Keamanan: Melakukan koordinasi berkelanjutan dengan pihak berwenang setempat (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) demi menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan peserta.
Menutup pertemuan tersebut, Abdulah Umar menyatakan bahwa kehadiran unsur pemerintah melalui Kepala KUA memberikan legitimasi dan semangat bagi panitia. Dengan adanya sinergi antara ulama dan umaro (pemerintah), diharapkan perayaan Idul Adha di wilayah Rajagaluh dapat berlangsung khidmat, aman, dan menjadi teladan bagi wilayah lainnya.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar