Rajagaluh (KEMENAG) — Pelaksanaan Audit Kinerja Rinci oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia di MAN 2 Majalengka berlanjut dengan peninjauan bidang kurikulum. Pemeriksaan ini mencakup berbagai program akademik, mulai dari asesmen murid, Tes Kemampuan Akademik (TKA), supervisi guru, kegiatan belajar mengajar (KBM), hingga pelaksanaan program kurikulum lainnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian audit yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28/10/2026).
Peninjauan bidang kurikulum melibatkan tim pengelola kurikulum MAN 2 Majalengka, yaitu Dendi Hartono, S.Ag., Dede Rosada Kolbi, M.Pd., dan Asef Befi Hermawan, S.Pd.I. Pemeriksaan dilakukan oleh Ibnu Ulinuha selaku anggota Tim Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI dengan menelaah dokumen, bukti pelaksanaan program, serta kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan akademik di madrasah.
Aspek yang ditinjau meliputi penyelenggaraan asesmen murid, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), supervisi guru, proses pembelajaran di kelas, serta administrasi pendukung kegiatan kurikulum. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat keterlaksanaan program, mekanisme evaluasi, dan upaya madrasah dalam menjaga mutu pembelajaran.
Dalam pemeriksaan tersebut, Ibnu Ulinuha menekankan pentingnya keterpaduan antara perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, dan evaluasi sebagai bagian dari pengukuran kinerja bidang kurikulum.
“Peninjauan bidang kurikulum tidak hanya melihat kelengkapan dokumen, tetapi juga kesesuaian antara program yang direncanakan dan pelaksanaannya di lapangan. Asesmen murid, TKA, supervisi guru, dan kegiatan belajar mengajar perlu didukung bukti yang memadai agar pelaksanaan program dapat dievaluasi secara objektif. Kami juga memberikan arahan sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kurikulum dan pembelajaran,” ungkap Ibnu disela-sela kegiatan, Rabu (28/10).
Ibnu berharap hasil pemeriksaan dan arahan yang diberikan dapat membantu madrasah memperkuat pengelolaan program akademik, meningkatkan kualitas administrasi pembelajaran, serta memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan tujuan pendidikan.
Sementara itu, Dede selaku bagian dari tim pengelola kurikulum MAN 2 Majalengka, menyampaikan bahwa peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi madrasah untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperoleh masukan dalam meningkatkan kualitas layanan pembelajaran.
“Kami menyambut baik peninjauan dari Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, khususnya terhadap pelaksanaan program kurikulum. Melalui pemeriksaan ini, kami dapat melihat kembali kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program, termasuk asesmen murid, TKA, supervisi guru, serta kegiatan belajar mengajar. Arahan yang diberikan menjadi masukan penting bagi kami untuk terus menyempurnakan pengelolaan kurikulum,” jelas Dede.
Dede menambahkan bahwa tim kurikulum berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi, memperkuat dokumentasi kegiatan, dan memastikan program akademik berjalan secara terarah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif serta meningkatkan kualitas capaian belajar murid.
Peninjauan bidang kurikulum ini merupakan bagian dari Audit Kinerja Rinci yang mencakup berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di MAN 2 Majalengka. Melalui pemeriksaan dan pendampingan tersebut, madrasah diharapkan mampu mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan, memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program, serta mewujudkan tata kelola kurikulum yang profesional dan berorientasi pada mutu pendidikan.
Dengan adanya evaluasi dan arahan dari Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, MAN 2 Majalengka diharapkan semakin optimal dalam menyelenggarakan program akademik, meningkatkan kompetensi guru, serta menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas bagi seluruh murid.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar