Berita Daerah KUA

Perkuat Solidaritas ASN, Kepala KUA Cikijing Mengulas Teori Ashabiyah Ibnu Khaldun Saat Peringatan Sumpah Pemuda

Cikijing (KEMENAG) — Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Cikijing mengikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung khidmat di Lapangan Cikijing pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan semangat kebangsaan, meningkatkan soliditas pegawai, serta menginternalisasi nilai-nilai perjuangan pemuda dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Rangkaian acara diawali dengan penataan dan penertiban barisan oleh staf KUA Cikijing agar jalannya upacara berlangsung tertib dan disiplin. Usai penataan barisan, Kepala KUA Cikijing, Idi, S.Ag., M.A.P., memberikan pengarahan khusus kepada seluruh peserta upacara mengenai esensi Hari Sumpah Pemuda.

Dalam amanatnya, Idi mengaitkan makna Sumpah Pemuda dengan Teori Ashabiyah yang dicetuskan oleh filsuf Ibnu Khaldun. Konsep tersebut menekankan pentingnya ikatan solidaritas sosial, rasa kebersamaan, dan semangat kelompok sebagai fondasi utama kejayaan suatu peradaban maupun organisasi.

“Semangat Sumpah Pemuda dan konsep ashabiyah harus direfleksikan oleh seluruh ASN KUA Cikijing dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalankan tugas sehari-hari. Solidaritas sosial yang kuat akan memunculkan kesadaran untuk saling membantu, memperkuat ketahanan komunitas saat menghadapi krisis, serta memudahkan kita mencapai tujuan bersama,” ujar Idi dalam arahannya.

Ia menambahkan bahwa implementasi ikatan sosial tersebut dapat diwujudkan melalui lima pilar utama, yaitu pembentukan solidaritas dan kepedulian sosial, penciptaan rasa aman bersama, kemudahan pencapaian tujuan kolektif, resiliensi komunitas terhadap krisis, serta penjagaan identitas dan nilai moral.

Rakor PAI Kemenag Majalengka: Bahas Digitalisasi Data Guru, Hak PPG, dan Legalitas Pokjawas

Melalui penanaman nilai-nilai tersebut, jajaran KUA Cikijing berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan dengan meningkatkan gotong royong, menjaga keharmonisan internal, dan memperkuat kontrol sosial religius di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Melalui momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, diharapkan solidaritas dan integritas seluruh ASN KUA Cikijing semakin mantap, sehingga mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan bagi masyarakat.

Kontributor: Rizqi Maulia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *