Berita Daerah KUA

Menyeberang Samudra Demi Janji Suci: Kisah Fikri dan Reni Meretas Jarak Jepang–Majalengka di Altar Pernikahan

Palasah (KEMENAG) – Jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan Jepang tidak menyurutkan langkah Fikri Hanif, pemuda asal Desa Kasokandel, untuk mempersunting kekasih hatinya, Reni Fitriani, warga Desa Karamat, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Setelah bertahun-tahun merawat komitmen lewat hubungan jarak jauh (long-distance relationship), keduanya resmi bersatu dalam ikatan pernikahan sakral yang berlangsung di Desa Karamat, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Rabu (21/10/2026).

Kisah cinta pasangan ini terbilang unik sekaligus penuh ujian kesabaran. Selama menjalani hubungan, Reni mengaku lebih banyak mengenali sosok calon suaminya melalui lembaran foto dan layar gawai saat melakukan panggilan video. Fikri yang meniti karier di Negeri Sakura bahkan baru tiba di Tanah Air tepat sehari sebelum prosesi ijab kabul digelar.

“Keterbatasan untuk bertemu secara langsung tidak pernah menyurutkan niat kami untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Kehadiran Mas Fikri H-1 sebelum akad adalah bukti kesungguhan dan janjinya untuk memulai hidup baru bersama,” ujar Reni saat ditemui usai prosesi pernikahan.

Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh penghulu Muhammad Zakaria, S.HI. Suasana haru menyeruak ketika Fikri dengan lantang mengikrarkan janji suci di hadapan wali dan saksi. Sebagai simbol cinta dan penghormatan, Fikri menyerahkan mahar berupa emas seberat 6 gram, uang tunai sebesar Rp5.000.000, serta uang tunai bernominal unik 2.026 Yen Jepang (JPY) yang menandai tahun pernikahan mereka.

Dalam khotbah nikahnya, Penghulu Muhammad Zakaria, S.HI. menegaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah terlama sekaligus amanah agung yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan pasangan muda ini agar senantiasa menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pegangan utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Panitia Pastikan Kesiapan Jelang Perkemahan

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan jalan untuk saling mendekatkan diri kepada Allah SWT, menguatkan dalam kebaikan, serta membangun keluarga yang dilandasi iman dan kasih sayang,” tutur Muhammad Zakaria di hadapan kedua mempelai.

Mengingat dinamika pekerjaan Fikri yang berpotensi mengharuskan mereka kembali menjalani hubungan jarak jauh, Zakaria secara khusus menggarisbawahi pentingnya menjaga komunikasi yang sehat dan saling percaya. Menurutnya, perbedaan zona waktu dan kesibukan harian jangan sampai merenggut perhatian antarpasangan.

Zakaria menambahkan bahwa membiasakan diri untuk saling menyapa, mendengarkan cerita harian, dan menyampaikan perasaan secara terbuka adalah kunci utama untuk mencegah timbulnya prasangka buruk. Keduanya juga diingatkan agar senantiasa menyelesaikan setiap kerikil permasalahan rumah tangga melalui musyawarah dan dialog yang santun.

Lebih lanjut, Zakaria berpesan agar komitmen dan kesetiaan dijadikan benteng utama. Bekerja di luar negeri merupakan ikhtiar mulia dalam menjemput rezeki, tetapi keharmonisan rumah tangga tetap memerlukan investasi waktu dan perhatian secara berkelanjutan dari kedua belah pihak.

“Kerja di luar negeri adalah bentuk ikhtiar rezeki, tetapi hubungan suami istri tetap membutuhkan waktu dan usaha yang terus-menerus. Oleh karena itu, pasangan harus saling mendukung dalam merencanakan masa depan, mengelola keuangan keluarga, serta menjaga keseimbangan antara karier, ibadah, dan kehidupan rumah tangga,” kata Zakaria memungkasi nasihatnya.

Jaga Kesehatan dan Stamina Selama Perkemahan, MTsN 13 Majalengka Matangkan Logistik

Pernikahan Fikri dan Reni menjadi bukti nyata bahwa fondasi utama rumah tangga tidak hanya diukur dari kedekatan fisik, melainkan dari kesungguhan komitmen, kejujuran komunikasi, dan kesiapan memikul tanggung jawab bersama. Momen bahagia ini diiringi doa dari keluarga dan masyarakat setempat agar keduanya mampu membina keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta selalu dilimpahi keberkahan sejauh apa pun jarak yang kelak membentang.

Kontributor: Surya Darma Batu Bara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *